IGMTVnews.com —– Program Studi Ilmu Pemerintahan (IP) Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) mengambil langkah strategis dengan berpartisipasi dalam kegiatan Upgrading dan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diinisiasi oleh Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Seluruh Indonesia.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya kolektif untuk meningkatkan tren dan relevansi Program Studi Ilmu Pemerintahan di tengah dinamika perkembangan zaman. Bersama dengan Prodi IP Universitas Baturaja (UNBARA), Prodi IP UIGM berkolaborasi untuk menguatkan peran mereka dalam menghadapi tantangan yang ada di dunia pendidikan tinggi saat ini.
Kaprodi IP UIGM, Dwiki Adi Putra, S.A.P., M.Si, menjelaskan kolaborasi ini menjadi respons atas perubahan pola pikir masyarakat dengan cara bertransformasi dan berinovasi. “Kami harus mengambil langkah proaktif untuk membuat Program Studi Ilmu Pemerintahan semakin diminati. Ini bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang menjadi yang terdepan dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja,” katanya.
Dalam acara ini, fokus utama diberikan pada pembentukan kurikulum yang adaptif, dikenal sebagai upgrading dan bimtek. Kurikulum yang disusun nantinya tidak hanya akan membekali lulusan untuk bekerja di sektor pemerintahan, tetapi juga untuk bisa menembus sektor swasta.
“Kurikulum harus mampu menyesuaikan diri dengan tren pemerintahan saat ini. Tujuannya agar profil lulusan tidak hanya terbatas di lingkup pemerintahan, tetapi juga memiliki keahlian yang relevan untuk bisa bersaing di sektor swasta,” jelas Dwiki.
Lebih jauh, lanjutnya, kegiatan ini juga akan dilanjutkan dengan seminar nasional sebagai bentuk peran nyata Prodi Ilmu Pemerintahan dalam menyikapi isu-isu strategis bangsa. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan para dosen dapat bertukar pengalaman dan wawasan, sehingga dapat menghasilkan riset dan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Seminar nasional ini adalah wadah bagi kami untuk memberikan sumbangsih pemikiran dalam menyikapi berbagai permasalahan bangsa saat ini. Kami yakin, dengan sinergi antara akademisi, kita dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli terhadap kondisi sosial,” pungkasnya. (andhiko ta)