Digitalisasi Kelas, Guru SMP LTI IGM Perdalam Pemanfaatan Papan Interaktif Digital

IGMTVnews.com —– SMP LTI Indo Global Mandiri (IGM ) menggagas kegiatan pengimbasan pemanfaatan perangkat Papan Interaktif Digital (PID), Sabtu (10/1/2026).

Kegiatan ini diharap dapat meningkatkan kualitas pengajaran agar lebih interaktif, efektif, dan bermakna. Langkah ini diambil guna memicu minat belajar peserta didik sekaligus mengembangkan kreativitas guru dalam mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh guru SMP LTI IGM ini menghadirkan Waka Humas SMP LTI IGM, Maulidia, S.Pd., sebagai narasumber utama. Dalam sesi tersebut, para guru diberikan pembekalan teknis mengenai cara mengoperasikan papan interaktif digital serta strategi pemanfaatannya dalam proses pembelajaran sehari-hari di kelas. Fokus utama materi adalah mengubah fungsi papan tulis dari sekadar media visual pasif menjadi perangkat cerdas yang mampu menghubungkan sumber belajar digital dengan kebutuhan siswa secara langsung.

“Penggunaan teknologi papan interaktif ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan gaya belajar generasi alfa yang sangat dekat dengan dunia digital,” ujar Maulidia.

Selain teknis dasar, para pendidik juga diajak melakukan eksplorasi mendalam terhadap fitur “Ruang Murid” yang tersedia di platform Rumah Pendidikan. Materi eksplorasi ini mencakup akses ke laboratorium maya, gim edukasi, hingga koleksi buku bacaan digital yang dapat diproyeksikan secara langsung melalui PID. Para guru juga dibimbing untuk merancang berbagai permainan interaktif dan edukatif yang dapat diterapkan secara praktis di kelas, guna memastikan partisipasi aktif siswa selama durasi pembelajaran berlangsung.

“Kemampuan guru dalam meramu permainan edukatif dengan fasilitas digital akan menjadi penentu tingkat keterlibatan siswa di dalam kelas agar mereka tidak merasa bosan. Tentunya, kita berharap setiap ruang kelas menjadi laboratorium kreativitas di mana teknologi dan pedagogi bersinergi untuk melahirkan lulusan yang melek digital serta berpikiran kritis,” pungkasnya. (andhiko ta)