KPK Sambangi Universitas IGM, Ingatkan Mahasiswa Lawan Budaya Korupsi Mulai dari Ruang Kelas

IGMTVnews.com —– Program Studi Ilmu Pemerintahan (IP) Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) menyelenggarakan seminar bertajuk “Dari Kampus untuk Negeri: Menguatkan Peran Civitas Akademik dalam Mengawal Integritas Bangsa”, Kamis (29/1).

Analisis Pemberantasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rommy Iman Sulaiman mengatakan mengatakan, untuk membangun ekosistem pendidikan yang menjunjung tinggi nilai habituasi, keteladanan, dan pengalaman integritas di lingkungan kampus mahasiswa harus memiliki hal ini .

Dalam pemaparannya, Rommy menekankan pemberantasan korupsi harus dimulai sejak dini, bahkan dari hal-hal kecil di dalam ruang kelas. Ia menyoroti fenomena perilaku koruptif yang sering dianggap remeh, seperti aktivitas menyontek, plagiarisme, hingga kebiasaan datang terlambat baik oleh dosen maupun mahasiswa. Selain itu, KPK juga memberikan peringatan keras terhadap praktik penyalahgunaan dana beasiswa, pembuatan proposal palsu, markup harga buku, hingga gratifikasi kepada dosen yang dapat merusak tatanan moral di lembaga pendidikan tinggi.

“Integritas bukan sekadar slogan, melainkan sebuah tindakan nyata untuk berani menolak segala bentuk kecurangan akademik yang menjadi akar dari perilaku koruptif di masa depan,” ujar Rommy.

Rommy mengajak setiap mahasiswa untuk aktif dalam gerakan antikorupsi dengan cara menyuarakan transparansi serta akuntabilitas di internal kampus. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi role model bagi lingkungan sekitarnya dan berani melakukan kritik terhadap sistem yang dinilai tidak transparan.

Menurutnya, pendidikan antikorupsi dapat diintegrasikan melalui mata kuliah mandiri maupun disisipkan dalam kurikulum yang relevan guna membangun kesadaran kolektif. Civitas akademika memiliki tanggung jawab besar dalam melakukan pengawasan, kajian advokasi, hingga kampanye penyuluhan untuk memutus rantai budaya korupsi secara sistematis.

“Kekuatan utama mahasiswa terletak pada keberanian untuk menjadi pengawas bagi sistem dan komitmen untuk tidak menjadi bagian dari praktik curang di lingkungan pendidikan,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas IGM, Dr. Tien Yustini, menambahkan integritas merupakan modal utama bagi generasi muda untuk memajukan harkat dan martabat bangsa. Ia mengimbau seluruh mahasiswa agar senantiasa selektif dan berhati-hati dalam menerima atau memberikan apapun, terutama yang berpotensi melanggar kode etik dunia pendidikan.

“Kehormatan sebuah bangsa sangat bergantung pada kejujuran generasinya, sehingga setiap langkah kecil kita dalam menjaga etika di kampus akan berdampak besar pada kedaulatan moral negara ini,” pungkasnya. (andhiko ta)