IGMTVnews.com —– Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang menyelenggarakan pameran karya bertajuk “Distorsia” pada Kamis (29/1/2026).
Kegiatan ini merupakan ajang presentasi tugas akhir yang menampilkan karya-karya orisinal dari sembilan mahasiswa DKV sebagai syarat kelulusan sekaligus unjuk kreativitas kepada publik. Pameran Distorsia yang digelar di basement kampus tahun ini menampilkan ragam media mulai dari desain identitas merek, ilustrasi, hingga kampanye sosial yang menyasar isu-isu terkini. Antusiasme pengunjung yang hadir menunjukkan bahwa karya mahasiswa DKV UIGM memiliki daya tarik visual yang kuat dan profesional.

Wakil Rektor III Universitas IGM, Dr. Tien Yustini, mengatakan, pameran ini merupakan agenda wajib yang dirancang untuk menguji kompetensi mahasiswa dalam mengolah berbagai tema menjadi produk komunikasi visual yang komunikatif.
Ia menekankan bahwa melalui pameran ini, mahasiswa diharapkan mampu mengakomodir seluruh potensi kearifan lokal yang ada di Sumatera Selatan ke dalam media modern. Mahasiswa didorong untuk terus berkreasi dengan memadupadankan kemajuan teknologi desain saat ini tanpa harus meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas daerah.

“Kreativitas yang unggul lahir dari keberanian mahasiswa untuk menyatukan kecanggihan teknologi visual dengan ruh budaya lokal sehingga menghasilkan karya yang autentik dan relevan,” ujarnya.
Ia mengatakan, karya-karya yang ditampilkan dalam pameran Distorsia ini tidak boleh berhenti pada sekadar pajangan estetika belaka. Setiap desain yang dihasilkan diharapkan memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga dapat menjadi modal bagi mahasiswa saat terjun ke industri kreatif yang sesungguhnya. Adanya nilai tambah (value added) dari setiap karya diharapkan dapat dirasakan manfaatnya secara ekonomi maupun sosial oleh publik.

“Kami ingin setiap goresan desain mahasiswa memiliki daya tawar di pasar industri sehingga mampu memberikan kontribusi ekonomi yang nyata bagi diri mereka sendiri dan masyarakat,” pungkasnya. (andhiko ta)


