IGMTVnews.com —– Puluhan siswa-siswi Program Studi Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dari SMK Negeri 1 Keluang, Sekayu, Musi Banyuasin, melakukan kunjungan industri ke Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah yang dirancang untuk menjembatani pemahaman siswa antara teori di kelas dengan realitas dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Kepala Program Studi Jurusan DKV SMK Negeri 1 Keluang, Suhendi, S.Kom., mengungkapkan kunjungan ini membawa misi besar untuk membuka cakrawala berpikir para siswa mengenai masa depan profesi desainer.
Selain mencari informasi teknis mengenai kurikulum tingkat lanjut, pihak sekolah sangat menitikberatkan pada pemahaman peluang karier lulusan DKV di era transformasi digital. Pemilihan UIGM sebagai destinasi kunjungan didasari oleh keselarasan program studi yang ditawarkan serta reputasi fasilitas yang mumpuni dalam menunjang bakat visual siswa.
“Kami ingin memastikan anak didik kami memiliki gambaran yang konkret bahwa keahlian visual yang mereka tekuni saat ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan ekosistem profesional yang luas,” ujar Suhendi.

Guna memberikan pengalaman yang lebih berkesan, para siswa dan guru dari SMKN 1 Keluang diajak melakukan tur kampus untuk melihat secara mendalam fasilitas laboratorium dan studio produksi di UIGM. Menariknya, para siswa juga diberikan kesempatan istimewa untuk masuk ke ruang-ruang kelas guna memantau secara langsung proses pembelajaran mahasiswa DKV. Interaksi ini diharapkan dapat memicu motivasi siswa dalam menyelesaikan studi di tingkat menengah dengan hasil terbaik agar nantinya siap berakselerasi di dunia perkuliahan.
Sementara, Wakil Rektor III Universitas Indo Global Mandiri, Dr. Tien Yustini, M.Si., menyambut langsung rombongan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi sekolah dalam mengenalkan dunia kampus sejak dini.

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kurikulum DKV di UIGM telah dirancang sedemikian rupa agar sangat relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini.
“Konsistensi dalam mengasah kemampuan estetika dan literasi teknologi adalah kunci utama bagi siswa agar mampu menjawab tantangan industri kreatif yang perubahannya sangat dinamis,” pungkasnya. (andhiko ta)


