Transformasi Digital UIGM: Sistem LMS Kian Diperkuat Tingkatkan Kualitas Kuliah

IGMTVnews.com —– Universitas Indo Global Mandiri (IGM) menyosialisasikan penguatan penggunaan Learning Management System (LMS) sebagai bagian dari transformasi digital di lingkungan kampus.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyegarkan kembali pemahaman para dosen serta tenaga kependidikan mengenai pentingnya platform pembelajaran daring dalam menunjang efektivitas studi mahasiswa.

Selain itu, pihak universitas ingin memastikan seluruh ekosistem pendidikan di kampus tetap relevan dengan perkembangan teknologi instruksional yang kian dinamis. Langkah ini juga menjadi momentum bagi kampus untuk mengintegrasikan standar baru dalam setiap proses interaksi akademik antara pendidik dan peserta didik.

Wakil Rektor III Universitas Indo Global Mandiri, Dr. Tien Yustini, M.Si., mengungkapkan bahwa wacana penggunaan LMS sebenarnya bukan hal baru bagi UIGM, mengingat platform ini pernah menjadi tulang punggung pembelajaran saat masa pandemi Covid-19 beberapa tahun silam. Namun, ia mengakui bahwa dalam satu tahun terakhir, penggunaan sistem ini sempat mengalami masa vakum atau tidak diaktifkan secara maksimal di beberapa lini.

Oleh karena itu, reaktivasi LMS kali ini dilakukan dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan wajib diikuti oleh seluruh jajaran pengajar. Penekanan kembali pada sistem ini diharapkan dapat menutup celah efisiensi yang sempat hilang selama masa transisi setahun ke belakang. “Kita tidak boleh membiarkan infrastruktur digital yang sudah ada terbengkalai, melainkan harus terus kita optimalkan guna memberikan kemudahan akses bagi seluruh mahasiswa,” ujar Tien.

Dalam kebijakan baru yang disosialisasikan, UIGM kini mewajibkan setiap dosen untuk merancang mode pembelajaran yang lebih variatif melalui platform tersebut. Setiap pengajar dituntut untuk mampu mengimplementasikan setidaknya enam model pembelajaran berbeda yang telah ditetapkan sebagai standar mutu universitas. Hal ini dilakukan agar proses transfer ilmu tidak lagi bersifat monoton, melainkan lebih interaktif dan adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa, terutama bagi mereka yang berada di kelas karyawan. Dengan format yang lebih terstandarisasi, diharapkan mutu pendidikan di UIGM dapat terus terjaga serta memberikan kemudahan bagi manajemen dalam melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.

“Kewajiban menerapkan enam model pembelajaran ini adalah standar kualitas yang kita tetapkan agar setiap sesi perkuliahan memiliki bobot intelektual yang konsisten dan menarik,” pungkasnya. (andhiko ta)