Edukasi Kesehatan FK UIGM: Remaja SMP LTI IGM Harus Melek Bahaya Campak

IGMTVnews.com —– SMP LTI Indo Global Mandiri (IGM) menggandeng tim dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indo Global Mandiri menggelar sosialisasi kesehatan terkait pencegahan penyakit campak bagi para siswa.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap situasi kesehatan yang sedang berkembang di Kota Palembang, termasuk pengenalan dini mengenai gejala dan cara pencegahan menjadi sangat krusial. Edukasi ini bertujuan agar para remaja memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga kesehatan diri serta memahami pentingnya perlindungan melalui vaksinasi sejak dini.

“Kami ingin para siswa memahami secara mendalam apa itu campak agar mereka bisa membentengi diri dari risiko penularan yang ada,” ujar dr. Elina Waiman, Sp.A., MARs., saat dihubungi IGMTVnews.com.

Kegiatan ini menghadirkan jajaran narasumber kompeten dari FK UIGM, yakni dr. Nuke Febriana Hatta, M.Sc., dr. Elina Waiman, Sp.A., MARs., dr. Gabriella Mariza Alamandra, M.KM., dan dr. Wilma Hannie Daniel, M.KM.

Dalam pemaparannya, tim medis menekankan bahwa remaja memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga dan pergaulan mereka. Fokus utama sosialisasi adalah mengubah sudut pandang siswa agar lebih proaktif dalam mendeteksi gejala awal dan mendukung program imunisasi nasional demi memutus mata rantai penyebaran virus di sekolah.

“Edukasi ini adalah modal utama bagi anak didik agar mereka mampu mengajak lingkungan sekitarnya hidup lebih sehat,” ujarnya.

Selama jalannya acara, antusiasme peserta terlihat dari banyaknya interaksi dan pertanyaan seputar penanganan penyakit tersebut. Materi yang disampaikan tidak hanya teoretis, namun juga praktis mengenai tindakan yang harus diambil jika terjadi kontak dengan penderita. Para pakar menjelaskan bahwa campak bukan sekadar ruam biasa, melainkan infeksi serius yang dapat memicu komplikasi jika tidak ditangani dengan prosedur medis yang tepat dan dukungan gaya hidup yang bersih.

“Semangat belajar mereka membuktikan bahwa generasi muda sangat peduli terhadap isu kesehatan yang melanda daerahnya,” kata dia.

Ia mengatakan, dengan menyasar kelompok usia sekolah, pesan mengenai pencegahan penyakit dapat tersampaikan secara lebih masif dan terstruktur.

“Vaksinasi dan perilaku hidup bersih adalah kunci utama yang tidak boleh ditawar lagi oleh setiap individu,” pungkasnya. (andhiko ta)