IGMTVnews.com —– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan mulai berdampak pada sebaran kabut asap ke provinsi tetangga.
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera mencatat, berdasarkan pantauan citra satelit, terdapat 11 lokasi di Sumsel yang masih terbakar.
Sebaran kebakaran tersebut berada di lima kabupaten, yakni Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, dan Musi Rawas Utara (Muratara). Di Banyuasin, kebakaran terjadi di Tanah Pilih yang masuk kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) serta Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau.
Sementara di Muba, kebakaran terpantau di Desa Muara Merang, Kecamatan Bayung Lencir.
Di Kabupaten OKI, titik kebakaran berada di Kecamatan Muara Padang; Desa Panggoan Duren, Kecamatan Tulung Selapan; Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pengalan Lampam; Desa Karangsia, Kecamatan Sungai Menang; serta Desa Lubuk Dalam, Kecamatan Kayu Agung.
Kemudian di Muara Enim, kebakaran terjadi di Desa Arisan Musi Timur dan Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang.
Sedangkan di Muratara, kebakaran berlangsung di Desa Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan, sejumlah lokasi tersebut menjadi sumber asap yang menyelimuti Palembang. Bahkan, sebaran asap mulai bergerak ke provinsi tetangga, termasuk Jambi dan Riau.
“Ini sumber asap yang gedenya (besar). Kondisi Sumsel saat ini menjadi sumber asap yang menyebabkan gangguan asap baik di Sumsel, ke arah Jambi dan Riau. Bahkan dari citra (satelit) terlihat menyumbang juga gangguan asap ke negara tetangga,” kata Ferdian, Kamis (17/9/2026).
Ferdian mengatakan, kebakaran di kawasan TNBS, tepatnya Tanah Pilih, Banyuasin, bahkan telah merambat ke wilayah Jambi.
Manggala Agni masih berupaya membuka akses menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Kebakaran TNBS sudah masuk ke arah Jambi, sudah melintas provinsi dan (api) dihadang di sana. Sekarang baru buka akses (masuk), belum bisa pemadaman,” ujarnya.
Selain TNBS, kebakaran di wilayah OKI juga masih berlangsung hingga lebih dari satu bulan. Kondisi lahan gambut yang dalam menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
“Kami sudah rolling tiga sampai empat kali per 10 sampai 15 hari. Di Menang Raya OKI asapnya berputar-putar,” ungkap Ferdian. (*)


