Rektor Universitas Indo Global Mandiri Sampaikan Tiga Tantangan Besar bagi Calon Alumni

IGMTVnews.com —– Rektor Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Dr H Marzuki Alie, Ph.D mengingatkan para wisudawan bahwa tantangan setelah lulus tidak akan mudah.

Ia menyebut ada tiga tantangan besar yang menanti, yakni kecerdasan buatan (AI), persaingan global, dan banjir informasi. “Jujur saya sampaikan, tantangan kalian besok setelah wisuda ini sangat tidak mudah,” katanya saat Sidang Senat Terbuka dan Wisuda ke XXIV Universitas Indo Global Mandiri dan Wisuda ke X STEBIS IGM di Golden Sriwijaya Building, Jalan Gubernur H Bastari, Kota Palembang, Sabtu (24/10).

Menurut, tantangan pertama adalah AI yang diperkirakan menggantikan 40 persen pekerjaan rutin, mulai dari tenaga administrasi, penerjemah, hingga programmer pemula. Tantangan kedua, persaingan kerja tidak lagi bersifat lokal. “Bukan lagi Palembang melawan Palembang, tetapi Palembang melawan Vietnam dan India,” tegasnya.

Tantangan ketiga, lanjutnya, paling berbahaya, adalah informasi yang melimpah tetapi tidak diimbangi ketahanan mental. Ia meminta para wisudawan menyadari hal itu sejak hari wisuda. “Informasi boleh datang tanpa batas, tetapi mental yang lemah akan membuat kalian mudah tumbang,” katanya.

Ia merujuk data World Economic Forum yang mencatat 65 persen pekerjaan pada 2030 belum memiliki nama saat ini. Artinya, ilmu yang dipelajari selama empat tahun kuliah bisa usang dalam dua tahun. “Kalau begitu, untuk apa kita wisuda hari ini? Jawabannya ada pada apa yang kalian bawa pulang,” ucapnya.

Ia menegaskan, IGM tidak hanya meluluskan sarjana, tetapi juga tiga tipe manusia masa depan. Ia mengakui kehebatan AI yang mampu terus bangkit dengan data yang lebih besar, namun menurutnya AI tidak bisa bangkit dengan hati, empati, serta akal budi dan air mata. “Itulah yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin,” tegasnya.

Saat ditolak kerja, lanjutnya, AI hanya memperbarui algoritma. Manusia akan menangis, berdoa, lalu bangkit karena teringat pesan rektor dan wajah ibu yang bercita-cita melihat anaknya sukses. “Di situlah keunggulan kalian, dan itulah yang membuat kalian tidak tergantikan,” pungkasnya. (andhiko ta)