Cuaca Ekstrem, Pendakian Gunung Dempo Dibatasi 200 Orang Saat Libur Nataru

IGMTVnews.com —– Aktivitas pendakian Gunung Dempo di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, dibatasi maksimal 200 orang selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Pembatasan ini diberlakukan menyusul kondisi cuaca ekstrem serta jalur pendakian yang licin akibat tingginya curah hujan. Ketua Balai Registrasi Gunung Dempo (Brigade), Angga mengatakan, mereka hanya mengizinkan maksimal 200 pendaki berada di kawasan puncak Gunung Dempo hingga malam tahun baru.

“Kami memberlakukan pembatasan jumlah pendaki yang naik ke puncak Gunung Dempo sampai malam pergantian tahun. Maksimal hanya 200 pendaki yang boleh berada di kawasan puncak,” kata Angga.

Menurut Angga, sistem pembatasan dilakukan dengan cara menghitung jumlah pendaki yang naik dan turun. Pendaki baru hanya diizinkan naik apabila ada pendaki lain yang telah turun dari puncak. “Namun, jika jumlah pendaki di puncak masih 200 orang, maka pendaki lainnya belum diperbolehkan mendaki. Petugas kami akan selalu siaga di Posko Brigade untuk memantau dan menghitung pendaki yang naik maupun turun,” ujarnya.

Angga menyampaikan, pembatasan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan pendaki. Sebab, kondisi jalur yang licin serta cuaca ekstrem di kawasan puncak Gunung Dempo dapat mengancam keselamatan.

Selain pembatasan, pihak Brigade juga akan menutup sementara jalur pendakian setelah malam pergantian tahun. “Pendakian akan kami tutup sementara usai pergantian tahun untuk peremajaan jalur serta kegiatan pembersihan di jalur dan pelataran puncak Gunung Dempo,” katanya.

Koordinasi dan pengawasan Sementara itu, petugas registrasi pendakian Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) X Dempo, Heriansyah mengungkapkan bahwa sejak awal Desember 2025 lalu, tercatat 380 pendaki telah melakukan pendakian ke Gunung Dempo.

“Diperkirakan jumlah ini akan meningkat menjelang akhir tahun. Namun, kami sudah berkoordinasi dengan Brigade untuk melakukan pembatasan demi keselamatan pendaki,” kata dia. Untuk mengantisipasi adanya pendaki yang tetap menerobos, KPH X Dempo bersama BRIGADE juga menempatkan tim di kawasan puncak Gunung Dempo. “Hal ini dilakukan untuk memantau jumlah pendaki serta kondisi lapangan selama periode libur Nataru,” pungkasnya. (andhiko ta)