IGMTVnews.com —— Fakultas Teknik Universitas Indo Global Mandiri (IGM) ditunjuk menjadi mitra strategis dalam penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Dalam kegiatan asistensi yang berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Januari 2026, dua pimpinan program studi dari UIGM terjun langsung sebagai narasumber dan tenaga ahli.
Keterlibatan akademisi ini bertujuan untuk memastikan sistem perencanaan kebencanaan di Ogan Ilir memiliki landasan ilmiah yang kuat dan berbasis data spasial yang presisi.
Kegiatan yang diinisiasi oleh BPBD Kabupaten Ogan Ilir ini juga melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia. Fokus utama pendampingan adalah menyusun dokumen strategis yang mencakup tahapan pencegahan, mitigasi, hingga rekonstruksi pascabencana.

Kaprodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) UIGM, Dr. Ir. H. Endy Agustian, S.T., M.Eng., menyebut jika pihaknya memberikan kontribusi pada aspek integrasi RPB dengan dokumen pembangunan daerah seperti RPJMD dan RTRW. Langkah ini sangat krusial agar pengurangan risiko bencana menjadi bagian tak terpisahkan dari rencana tata ruang wilayah.
“Dokumen perencanaan ini harus menjadi instrumen hidup yang mampu mensinkronkan kebijakan pembangunan fisik dengan perlindungan keselamatan masyarakat dari ancaman bencana,” ujar Endy.
Sementara itu, Kaprodi Teknik Geomatika FT UIGM, Ahmad Ridho Sastra, S.T., M.Eng., menegaskan jika IGM memperkuat basis data geospasial melalui analisis Sistem Informasi Geografis (SIG). Pengolahan data ini penting untuk memetakan sebaran risiko secara akurat, mulai dari ancaman kebakaran lahan hingga bencana hidrometeorologi. Kehadiran data spasial yang andal memungkinkan pemerintah daerah mengambil kebijakan yang berbasis bukti (evidence-based policy) dalam menentukan skala prioritas penanggulangan bencana di lapangan.

“Keakuratan peta tematik risiko bencana adalah kunci agar langkah mitigasi yang diambil tepat sasaran dan efektif dalam meminimalisir dampak kerugian di wilayah rawan,” katanya.
Kepala BPBD Kabupaten Ogan Ilir, Edi Rahmat, menilai jika kolaborasi ini karena memberikan nilai tambah pada sisi akademis dan teknis. Melalui penyusunan RPB ini, Ogan Ilir diharapkan memiliki pedoman yang komprehensif untuk menghadapi tantangan alam di masa depan. UIGM berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi berbasis riset bagi pembangunan daerah yang aman dan berkelanjutan.
“Sinergi ini memastikan bahwa dokumen penanggulangan bencana yang disusun tidak hanya memenuhi regulasi formal, tetapi benar-benar responsif terhadap karakteristik unik dan tantangan geografis lokal Ogan Ilir,” pungkasnya. (andhiko ta)


