IGMTVnews.com —– Universitas Indo Global Mandiri (IGM) bersama Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia menggagas kegiatan International Guest Lecture Program Service Learning Malaysia (SULAM).
Kegiatan yang diselenggarakan secara daring melalui platform Google Meet dari Aula Universitas IGM, Senin (19/1), ini dirancang untuk mempertemukan para akademisi dan mahasiswa dari kedua negara dalam satu wadah pertukaran pengetahuan yang berfokus pada integrasi teknologi dan pengabdian masyarakat.

Dalam program berskala internasional ini, empat dosen pakar dari Universitas IGM didapuk sebagai narasumber utama untuk menyampaikan paparan akademik. Mereka adalah Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs. (Kaprodi Informatika), Indah Pratiwi Putri, B.I.T., M.Sc.IT. (Dosen Sistem Informasi), Dr. Muhammad Iqbal, S.Si., M.Si. (Kaprodi Biologi), dan Muhammad Gald Teary, S.Kom., M.I.T. (Dosen Sistem Komputer).
Keempat pemateri tersebut mengupas tuntas berbagai aspek krusial di bidang teknologi informasi dan ilmu komputer, mulai dari pengembangan kompetensi digital hingga pemanfaatan teknologi cerdas dalam menunjang efektivitas pembelajaran di era modern.

Melalui program SULAM, para akademisi menekankan pentingnya peran teknologi dalam menjawab tantangan sosial di masyarakat. Forum ini menjadi jembatan bagi dosen lintas negara untuk berbagi pengalaman dalam merancang kurikulum berbasis teknologi yang inklusif dan solutif.
“Sinergi akademik antarnegara seperti ini menjadi katalisator penting bagi dosen dan mahasiswa untuk memahami bahwa inovasi teknologi harus memiliki dampak sosial yang nyata di tengah masyarakat global,” ujar Zaid.

Ia berharap kolaborasi antara Universitas IGM dan UPSI Malaysia diproyeksikan tidak hanya berhenti pada kuliah tamu, tetapi berkembang ke arah penelitian bersama dan pengabdian masyarakat berbasis teknologi lintas perbatasan. Dengan adanya pertukaran perspektif ini, kualitas pendidikan tinggi di kedua institusi diharapkan meningkat seiring dengan adaptasi terhadap dinamika transformasi digital yang kian cepat.
“Kami berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi internasional seluas-luasnya guna memastikan seluruh civitas akademika memiliki daya saing dan wawasan global yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” pungkasnya. (andhiko ta)


