Siap Tambah 2-3 Guru Besar, Universitas IGM Targetkan Seluruh Dosen Bergelar Doktor dalam 5 Tahun

IGMTVnews.com —– Dalam momentum pengukuhan Prof. Darius Antoni, S.Kom., M.M., Ph.D. sebagai Guru Besar, Rektor Universitas Indo Global Mandiri, Dr H Marzuki Alie, MM menegaskan, jika Universitas IGM menargetkan seluruh dosen Universitas IGM bergelar doktor.

Menurutnya, ini merupakan sebuah komitmennya untuk melakukan percepatan jenjang pendidikan dan jabatan akademik bagi seluruh dosen. Langkah ini diambil sebagai bagian dari perencanaan strategis sumber daya manusia (SDM) yang menjadi keniscayaan dalam menjaga standar mutu pendidikan tinggi yang progresif.

Sejalan dengan visi tersebut, lanjutnya, Yayasan IGM telah menetapkan regulasi ketat yang mewajibkan seluruh dosen UIGM berpendidikan Strata 3 (S3). Untuk mendukung kebijakan ini, yayasan memberikan fasilitas beasiswa luas, baik melalui skema pemerintah, badan internasional, maupun bantuan internal yayasan.

Saat ini, dari total 175 dosen, sebanyak 55 persen atau sekitar 96 orang telah menyandang gelar doktor maupun sedang dalam masa tugas belajar. Dengan kemudahan yang telah diberikan, kendala keuangan tidak boleh menjadi alasan bagi dosen untuk tidak melanjutkan studi, baik di dalam maupun luar negeri.

“Pendidikan doktoral bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan fondasi utama untuk menjamin kualitas pengajaran dan riset yang bermutu tinggi di lingkungan kampus kami,” tegasnya.

Selain kewajiban gelar doktor, UIGM juga memprioritaskan percepatan jabatan akademik menuju Guru Besar bagi para dosen yang telah mencapai level Lektor Kepala. Saat ini, terdapat 14 dosen Lektor Kepala yang terus didorong untuk segera memenuhi persyaratan fungsional tertinggi.

Pada tahun ini, universitas memproyeksikan dua hingga tiga kandidat baru akan segera menyusul mendapatkan gelar profesor setelah menyelesaikan publikasi ilmiah terakhir mereka. Upaya sistematis ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem akademik yang kompetitif dan berorientasi pada keunggulan SDM secara berkelanjutan.

“Kami secara konsisten memberikan pendampingan dan motivasi agar para dosen memiliki semangat juang tinggi dalam meraih puncak karier akademik,” pungkasnya. (andhiko ta)