IGMTVnews.com —– Aksara Sriwijaya menjadi salah satu rangkaian kegiatan di hari ketiga Open Campus dalam rangka Dies Natalis ke-18 pada Senin (19/1).
Acara yang berlangsung di lingkungan kampus UIGM ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Forum OSIS Sumatera Selatan dan ikatan Bujang Gadis Kampus Universitas IGM. Sebanyak 29 sekolah tingkat SMA, SMK, dan MA sederajat dari berbagai wilayah turut ambil bagian dalam kompetisi dan rangkaian acara edukatif ini.

“Sinergi antarorganisasi ini menjadi bukti nyata bahwa ruang kolaborasi anak muda mampu melahirkan energi positif yang masif bagi iklim pendidikan di daerah kita,” ujar Kepala Biro Kerja Sama Universitas IGM, Dr. Fauziah Afriyani.
Kegiatan ini didesain khusus sebagai wadah kreativitas sekaligus ajang perlombaan guna mengukur kompetensi serta bakat non-akademik para pelajar. Kehadiran puluhan delegasi sekolah menegaskan pentingnya ruang apresiasi yang kompetitif di tingkat regional. Antusiasme peserta terlihat dari ketatnya persaingan di setiap cabang yang diperlombakan sejak pagi hari.
“Kami melihat potensi besar dari setiap perwakilan sekolah yang hadir, dan ajang ini menjadi pembuktian awal kualitas mentalitas juara mereka,” kata Korda Forum Osis Sumsel, M. Yassar Mubarak.

Selain kompetisi, panitia juga membekali peserta lewat seminar intensif yang mengupas materi Kepemimpinan, Public Speaking, dan Personal Branding.
Sesi pertama diisi oleh Dwiki Adi Putra, S.Ip, M.APĀ membagikan strategi membangun citra diri yang kuat di media sosial maupun dunia nyata. “Kombinasi tiga keahlian dasar ini adalah modal utama yang wajib dikuasai anak muda agar mampu bersaing dan memimpin di masa depan,” katanya.
Sedangkan Sahara Anugrah yang membedah esensi kepemimpinan bagi generasi Z di era digital. Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh Rizki Mahendra yang memberikan teknik praktis berbicara di depan umum secara persuasif. (andhiko ta)


