IGMTVnews.com —– Wakil Rektor III Universitas Indo Global Mandiri (IGM), Dr. Tien Yustini, S.E., M.Si., menilai Indonesia dan Malaysia berpeluang memperkuat kolaborasi dalam pengembangan UMKM.
Hal itu ia sampaikan dalam 2nd International Conference on Global Business & Digital Economy (ICGLOBDE) 2026 di Hotel Seri Pacific, Kuala Lumpur, Malaysia, 29–30 September 2026. “Dua negara ini punya modal besar untuk tumbuh bersama,” katanya.
Dalam paparannya, ia membandingkan kemampuan adaptasi pelaku UMKM di kedua negara, termasuk konteks kebijakan global yang memengaruhi dunia usaha. Menurutnya, ekosistem UMKM Indonesia dan Malaysia berbeda, tetapi kerja sama tetap bisa dijalin, terutama dalam pengembangan kapasitas, digitalisasi pemasaran, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan perluasan akses pasar.

“Perbedaan karakter justru bisa saling melengkapi,” ujarnya.
Ia menyebut kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas UMKM diperlukan untuk membangun ekosistem yang mendukung adaptasi dan inovasi. Perguruan tinggi, lanjutnya, berperan tidak hanya lewat penelitian, tetapi juga pendampingan dan pelatihan pelaku usaha melalui pengabdian kepada masyarakat. “Kampus harus turun langsung ke lapangan, bukan hanya di ruang kuliah,” tegasnya.

Kehadirannya sebagai Special Guest juga menjadi bagian dari upaya Universitas IGM memperluas jejaring akademik dan internasionalisasi. Partisipasi itu membuka ruang hubungan dengan institusi dan pemangku kepentingan di Malaysia maupun internasional. Diskusi selama konferensi diharapkan memberi perspektif baru bagi pendidikan, penelitian, dan pengabdian di kampus.
“Forum seperti ini membuat kami bisa menyiapkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing global,” pungkasnya. (andhiko ta)


