Standarisasi Uji Kompetensi Medis, Dosen FK UIGM Ikuti Workshop Penyusunan Soal OSCE

IGMTVnews.com —– Fakultas Kedokteran Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) menyelenggarakan workshop pengembangan keterampilan mengajar bagi jajaran dosennya pada Sabtu (17/1/2026), di Aula Lantai VI, Gedung Fakultas Kedokteran Universitas IGM.

Meski dilaksanakan pada akhir pekan, workshop ini tetap diikuti secara intensif oleh staf pengajar guna menyelaraskan metode pengujian internal dengan standar kualitas pendidikan dokter di tingkat nasional.

Salah satu poin utama dalam kegiatan ini adalah pendalaman konsep Objective Structured Clinical Examination (OSCE) sebagai instrumen vital untuk menguji kompetensi dokter umum. Para dosen dibekali pemahaman mengenai standar struktur soal OSCE yang merujuk pada ketentuan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) atau UKOM. Peserta pelatihan tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan soal yang memiliki validitas dan reliabilitas tinggi sesuai standar nasional, sehingga evaluasi terhadap mahasiswa menjadi lebih objektif dan terukur.

“Kapasitas dosen dalam merumuskan soal ujian klinis yang presisi sangat menentukan kesiapan mental dan keterampilan teknis mahasiswa sebelum mereka terjun langsung menghadapi pasien di dunia nyata,” ujar salah satu pemateri di sela-sela kegiatan.

Selain fokus pada OSCE, workshop ini juga membahas alur Objective Structured Practical Examination (OSPE) yang diterapkan di lingkungan Fakultas Kedokteran UIGM. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh tenaga pengajar memiliki persepsi yang sama terhadap alur pengujian laboratorium dan praktikum. Para dosen juga dilatih untuk menjadi penguji yang profesional dan imparsial sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Penguatan peran penguji ini sangat krusial agar setiap penilaian yang diberikan mampu mencerminkan kemampuan klinis mahasiswa yang sebenarnya secara akurat.

Melalui pengembangan keterampilan mengajar ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas mutu lulusannya agar mampu bersaing secara global. “Langkah standarisasi ini adalah investasi institusi untuk menjamin bahwa setiap dokter yang lulus merupakan tenaga medis yang kompeten, kredibel, dan menjunjung tinggi keselamatan publik,” pungkasnya. (andhiko ta)