IGMTVnews.com —– Universitas Indo Global Mandiri (IGM) ditunjuk sebagai Mitra Penyusun Dokumen oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir.
Dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk menyusun Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) periode 2025–2029, Kamis (23/4) kemarin, Universitas IGM bersama pemerintah setempat berkolaborasi dalam perumusan dokumen perencanaan yang komprehensif dan berbasis risiko guna menghadapi tantangan geografis wilayah.
Ketua Tim Penyusun dari Universitas IGM, Dr. Ir. Endy Agustian, S.T., M.Eng., IPP, mengatakan, penyusunan RPB ini menggunakan pendekatan risk-informed development yang mengintegrasikan informasi risiko ke dalam rencana pembangunan.

Menurutnya, dengan karakteristik Ogan Ilir yang didominasi lahan rawa dan dataran rendah menjadikan wilayah ini memiliki kerentanan khusus terhadap dinamika hidrologi sungai. Dokumen ini telah merumuskan strategi penanggulangan yang mencakup isu strategis, sasaran pembangunan tangguh bencana, hingga program kerja lintas sektoral yang dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan.
“Integrasi data risiko ke dalam kebijakan daerah akan memastikan pembangunan tidak terganggu oleh dampak bencana yang tidak terduga,” kata dia.

Dalam konteks teknis, tim ahli mengidentifikasi empat prioritas utama bencana di Kabupaten Ogan Ilir, yakni banjir, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta cuaca ekstrem.
Endy tidak sendiri. Ia bersama tim ahli Teknik Geomatika UIGM yang terdiri dari Program Studi Teknik Geomatika UIGM,yaitu Ahmad Ridho Sastra, S.T., M.Eng, Johan Aryantoni, S.T., M.Eng, dan Al Shida Natul, S.T., M.Eng.
Ia menekankan penggunaan pemetaan berbasis spasial sangat krusial untuk menentukan titik prioritas penanganan secara akurat. Dengan data spasial yang valid, intervensi pemerintah diharapkan menjadi lebih tepat sasaran, efektif, dan efisien dalam meminimalisir dampak kerugian bagi masyarakat maupun infrastruktur daerah.
“Keakuratan data koordinat di lapangan menjadi kunci agar setiap bantuan dan pembangunan tanggul berada di titik yang paling membutuhkan,” pungkasnya. (andhiko ta)


