IGMTVnews.com —–Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., menyampaikan sambutan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-XXXIII Universitas Indo Global Mandiri (IGM) dan ke-IX STEBIS IGM yang berlangsung pada Sabtu (2/5) di Graha Indo Global Mandiri (IGM) Burlian, Palembang.
Dalam sambutannya, ia menyoroti peran para lulusan sebagai bagian dari kelompok terdidik yang memiliki tanggung jawab dalam mendukung pembangunan. Ia menyebut, kehadiran 321 wisudawan menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Para lulusan hari ini adalah bagian dari harapan untuk ikut menyukseskan pembangunan dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa capaian sebagai sarjana merupakan hasil dari proses panjang yang tidak semua orang dapat lalui. Oleh karena itu, momen wisuda dinilai sebagai sesuatu yang patut disyukuri dan dirayakan.
“Perjalanan ini tidak mudah, karena hanya sebagian kecil masyarakat Indonesia yang dapat mencapai jenjang sarjana,” katanya.
Menurutnya, jumlah lulusan sarjana di Indonesia masih berada pada kisaran 6 hingga 7 persen dari total populasi. Hal ini menunjukkan bahwa para wisudawan termasuk dalam kelompok yang memiliki peluang besar untuk memberikan dampak nyata di masyarakat.

Ia turut menguatkan pesan yang sebelumnya disampaikan oleh rektor terkait pentingnya integritas. Nilai tersebut dinilai sebagai hal mendasar yang harus dimiliki oleh setiap lulusan dalam menjalani kehidupan profesional.
“Integritas itu mahal, dan harus diwujudkan dalam moral, kejujuran, serta perilaku sehari-hari,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa para lulusan akan menghadapi dinamika global yang semakin kompleks, termasuk perubahan dalam tatanan geopolitik dunia. Kondisi ini menuntut kesiapan dalam berpikir strategis dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai perubahan.
“Situasi global saat ini menuntut kita untuk mampu membaca perubahan dan meresponsnya dengan langkah yang tepat,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kemampuan untuk bekerja sama dalam suatu ekosistem.
“Ke depan, yang mampu bertahan dan unggul adalah mereka yang bisa beradaptasi serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak,” pungkasnya (andhiko ta)


