Universitas Indo Global Mandiri Jajaki Kerjasama Dengan Regional English Language Office

IGMTVnews.com —– Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) menjajaki kerja sama dengan Regional English Language Office untuk menyelenggarakan program Access Career English, sebuah program bahasa Inggris berdurasi satu tahun dengan total 180 jam pembelajaran.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa sekaligus mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan inovasi. “Program ini menyasar penguatan kompetensi global mahasiswa sejak dini,” ujar Dosen FKIP UIGM sekaligus Kepala International Office, Rudi Hartono, Ph.D.

Dalam pelaksanaannya, lembaga penyelenggara bertanggung jawab menyediakan fasilitas dan sumber daya, mendukung proses rekrutmen mahasiswa tahun kedua yang memiliki potensi kepemimpinan, serta memastikan lingkungan belajar yang mendorong kerja tim dan keterlibatan masyarakat. Lembaga juga akan menghubungkan kegiatan program dengan konteks lokal dan memantau perkembangan hasil belajar mahasiswa secara berkala.

“Keterlibatan aktif lembaga menjadi kunci keberhasilan program ini,” tegasnya.

Program Access Career English menggunakan pendekatan berbasis proyek, simulasi, dan kerja tim untuk memperkenalkan tradisi kewirausahaan, pemecahan masalah, serta kepemimpinan sipil ala Amerika yang diadaptasi ke konteks lokal. Peserta program adalah mahasiswa tahun kedua dari seluruh disiplin ilmu yang dipilih berdasarkan inisiatif dan potensi kepemimpinan mereka. “Program ini menjadi jembatan penting sebelum mahasiswa memasuki tahap spesialisasi lanjutan,” katanya.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan keterampilan komunikasi bahasa Inggris untuk kebutuhan akademik dan profesional, membangun kepercayaan diri dalam memimpin proyek, serta memperkuat kemampuan berpikir kritis melalui tantangan nyata. Program ini juga mendorong penerapan praktik kepemimpinan global dalam konteks lokal yang berorientasi pada inovasi. “Penguatan karakter kepemimpinan menjadi salah satu capaian utama program ini,” ujarnya.

Selain mahasiswa, program ini turut melibatkan partisipasi langsung dari kalangan dosen sebagai bagian dari upaya memperluas dampak pembelajaran. Keterlibatan dosen dinilai penting untuk memperkuat pendampingan akademik selama program berlangsung. “Kolaborasi dosen dan mahasiswa memperkuat capaian pembelajaran secara menyeluruh,” pungkasnya. (andhiko ta)