IGMTVnews.com – Program Studi Arsitektur Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Wilayah Sumatera Selatan menggelar workshop mentor magang bagi calon arsitek profesional
Kegiatan ini menjadi bagian dari kerja sama kedua pihak dalam mencetak arsitek bersertifikasi di Sumsel.
Ketua IAI Sumsel, Ar. Ahmad Ardani, IAI, mengatakan program profesi arsitek kini telah dibuka di dua perguruan tinggi, termasuk UIGM yang telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan IAI. “Program profesi arsitek ini baru dibuka di dua kampus, salah satunya UIGM yang sudah MoU dengan kami,” katanya.

Menurutnya, mentoring magang secara profesional menjadi hal krusial bagi peserta Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) yang telah berjalan satu tahun. Peserta program diwajibkan menjalani magang selama 4.000 jam sebelum dapat menyandang status arsitek profesional. “Magang 4.000 jam ini wajib ditempuh, dan mentoring semacam ini sangat kami butuhkan di Sumsel,” ujarnya.
Ia menambahkan, mentoring magang mandiri berbayar memang lazim diterapkan di sejumlah daerah lain, namun tidak berlaku di Sumsel. Kegiatan serupa sebelumnya baru pernah digelar di Yogyakarta, sementara jumlah anggota IAI Sumsel saat ini tercatat sekitar 250 orang. “Ini kegiatan kedua se-Indonesia setelah Jogja, kami ingin arsitek Sumsel tidak tertinggal,” katanya.

Sementara itu, Rektor UIGM Dr H Marzuki Alie menyebut kerja sama ini menandai perubahan besar dalam pola pikir pengembangan pendidikan arsitektur di kampusnya.
Ia menegaskan pendidikan arsitek tidak boleh berhenti pada jenjang sarjana, melainkan harus dilanjutkan ke pendidikan profesi agar mampu mencetak arsitek nasional yang kompeten dan saling bersinergi. “Pendidikan profesi ini kunci agar lulusan arsitektur kita diakui secara nasional, bukan berhenti di jenjang sarjana saja,” pungkasnya. (andhiko ta)


