IGMTVnews.com —– SD Plus Indo Global Mandiri (IGM) menggagas STEM Showcase dengan menghadirkan pembicara Muhammad Akbar Rafsanzani dan Rosfaniarti, S.Pd., M.Pd, di Aula IGM Convention Center, Sabtu (19/9).
Kegiatan ini mengajak para guru mendalami pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) untuk membentuk generasi yang kritis, kreatif, dan siap bersaing di kancah global.

“Pembelajaran berbasis STEM menuntut kita membentuk generasi yang mampu berpikir kritis sejak dini,” ujar Akbar.
Akbar menjelaskan, pengembangan pembelajaran berbasis STEM membutuhkan pola pikir guru yang terbuka serta kemampuan mengidentifikasi pendekatan pembelajaran terbaik yang kontekstual untuk diterapkan di kelas.

Ia menekankan pentingnya perencanaan yang disusun secara bersama-sama agar visualisasi konsep STEM dapat benar-benar diimplementasikan dalam proses belajar mengajar. “Perencanaan yang matang dan kolaboratif menjadi penentu keberhasilan penerapan konsep ini di kelas,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, para guru diajak mengeksplorasi ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pengalaman belajar yang interaktif, kreatif, dan aplikatif yang dikemas dalam pembelajaran STEM. Proses belajar dirancang bukan sekadar transfer materi, melainkan ruang bagi siswa untuk mencoba, menemukan, dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Hal yang sama juga ditegaskan Kepala SD Plus IGM, Mefi Laranti, S.Pd, menjadi pihak yang mengawali rancangan proses pembelajaran berbasis STEM di sekolah tersebut sebagai upaya mencetak generasi penerus bangsa yang unggul. “Ini adalah langkah awal untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang luar biasa,” pungkasnya. (andhiko ta)


