IGMTVnews.com —— Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Dr. Tien Yustini, S.E., M.Si., menegaskan bahwa transformasi digital adalah proses perubahan organisasi, bukan proyek teknologi informasi.
Pandangan itu ia sampaikan dalam paparan bertajuk “Transformasi Digital & Keterlibatan Karyawan” di Kuala Lumpur, Malaysia, pada kegiatan yang diselenggarakan Kolej Universiti Yayasan Pelajaran Johor (KUYPJ). “Teknologi hanyalah alat, sementara yang berubah dan bergerak adalah SDM-nya,” kata Tien.

Menurut Tien, keterlibatan SDM ditentukan oleh kualitas pekerjaan digital, bukan banyaknya teknologi yang dipakai.
Ia menggunakan kerangka Job Demands–Resources (JD–R) untuk menyeimbangkan tuntutan digital dengan sumber daya digital. “Teknologi baru bermanfaat kalau membuat pekerjaan lebih ringan dan bermakna, ” ujarnya.
Ia juga merujuk Self-Determination Theory (SDT), yang menempatkan otonomi, kompetensi, dan keterkaitan sebagai kebutuhan psikologis dasar manusia. Ketiganya harus dilindungi saat organisasi mengadopsi sistem digital. “Karyawan perlu tetap merasa punya kendali, merasa mampu, dan terhubung dengan rekan kerjanya,” tuturnya.
Ia juga memaparkan lima pengungkit digital yang membentuk keterlibatan. Pertama, teknologi yang bermanfaat, yakni mengurangi hambatan dan mengotomatiskan pekerjaan bernilai rendah.

Kedua, pembelajaran digital untuk membangun literasi AI, kefasihan digital, dan ketangkasan belajar. Ketiga, kepemimpinan yang berpusat pada manusia. Keempat, budaya digital yang menormalkan eksperimen, kolaborasi, umpan balik, dan AI yang bertanggung jawab. Kelima, SDM dalam mendesain ulang teknologi dan alur kerja. “Kelimanya baru menjadi sumber daya keterlibatan jika benar-benar meningkatkan kualitas kerja,” katanya.
Dari kelima pengungkit itu, ia menempatkan kepemimpinan sebagai penghubung antara kemampuan digital dan komitmen karyawan. Pemimpin, kata dia, bertugas menetapkan arah, mempercayai orang, membimbing, dan berkomunikasi. “Sehebat apa pun sistemnya, tanpa kepercayaan dan komunikasi yang baik, komitmen tidak akan tumbuh,” pungkasnya. (andhiko ta)


