Prodi Teknik Sipil Universitas Indo Global Mandiri Ikut Bahas Arah Pendidikan Teknik Sipil Nasional di Munas BMPTTSSI Bandung

IGMTVnews.com —– Program Studi Sarjana Teknik Sipil dan Program Studi Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Indo Global Mandiri (IGM) berpartisipasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) XIX Badan Musyawarah Pendidikan Tinggi Teknik Sipil Seluruh Indonesia (BMPTTSSI) di Bale Dayang Sumbi, Gedung Serba Guna Institut Teknologi Nasional (Itenas), Bandung, Jumat (23/10/2026).

Munas digelar bersamaan dengan KONTEKS 2026 dan dihadiri perwakilan program studi teknik sipil dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Universitas IGM diwakili Ketua Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas IGM, Ir. Debby Sinta Devi, S.T., M.T dan dosen yang mewakili Program Studi Magister Teknik Sipil, Dr. Ir. Revianty Nurmeyliandari, S.T., M.T., IPM, ASEAN Eng.

Keduanya mengikuti rangkaian pembahasan yang menjadi bagian dari koordinasi nasional pendidikan tinggi teknik sipil. Mereka juga bertemu langsung dengan pengelola prodi dari banyak kampus untuk bersama sama menyamakan langkah.

Munas membahas harmonisasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penguatan mutu dan akreditasi program studi, pemutakhiran Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) BMPTTSSI, serta penyusunan agenda kerja organisasi tahun 2027.

Ketua Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas IGM, Dr. Ir. Mukhlis Nahriri Bastam, S.T., M.T., IPM, ASEAN Eng., menyebut keikutsertaan dalam munas memberi informasi perkembangan kebijakan, ruang berbagi wawasan dengan pengelola prodi lain, serta peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Bagi magister, forum ini memperkuat orientasi pada penelitian terapan dan solusi infrastruktur berkelanjutan. “Kerja sama antarkampus yang terbangun hari ini kami harapkan menjadi jalan bagi riset yang benar-nyata dipakai masyarakat,” katanya.

Untuk jenjang sarjana, pembahasan mencakup penguatan Body of Knowledge (BoK), mata kuliah Basic Science, perancangan Capstone Design, hingga pengembangan laboratorium, praktikum, perangkat lunak pendukung, dan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Harmonisasi ini diarahkan agar capaian pembelajaran lulusan selaras dengan standar akademik dan kebutuhan profesi. “Lulusan harus siap bekerja di lapangan, dan itu dimulai dari praktikum serta K3 yang dijalankan serius,” tambah Ketua Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas IGM, Ir. Debby Sinta Devi, S.T., M.T

Forum juga menyoroti pendidikan pascasarjana dan vokasi. Peserta membahas penguatan kurikulum program magister dan doktor, pembedaan luaran akademik dan riset, serta keterhubungan antara pendidikan sarjana, pascasarjana, dan vokasi. “Jalur pendidikan ini harus saling menyambung supaya kompetensi insinyur kita utuh, dari ilmu hingga keahlian profesional,” pungkasnya. (andhiko ta)