Sekolah Rakyat Hadir Memutus Rantai Kemiskinan melalui Pendidikan

IGMTVnews.com —– Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Sosial dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PMK) menyelenggarakan forum refleksi satu tahun pelaksanaan Sekolah Rakyat pada Rabu (29/4) di Kemenko PMK, Jakarta. Sekolah Rakyat adalah program pendidikan berasrama gratis dan bermutu bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Hingga April 2026, Sekolah Rakyat telah menjangkau hampir 15.000 siswa di 166 lokasi yang tersebar di 36 provinsi dengan melibatkan lebih dari 2.500 tenaga pendidik dan kependidikan berstandar nasional. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat intervensi sosial bagi kelompok rentan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program perluasan akses pendidikan, melainkan intervensi jangka panjang negara untuk memutus transmisi kemiskinan lintas generasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), masih terdapat jutaan anak usia sekolah di Indonesia yang belum mengakses pendidikan secara optimal dan menjadi prioritas utama program ini.

“Cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan adalah melalui pendidikan. Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang yang strategis. Dampaknya mungkin tidak instan, tetapi akan membentuk perubahan yang bersifat mendasar dan berkelanjutan,” ujar Wamen Fajar dalam forum refleksi di Jakarta, Selasa (29/4).

Dalam pelaksanaannya, Sekolah Rakyat mengembangkan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan inklusif. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah sistem multi-entry, multi-exit, yang memungkinkan siswa masuk dan menyelesaikan pendidikan sesuai dengan kesiapan dan capaian belajarnya, tanpa menjadikan tes akademik sebagai satu-satunya prasyarat. Pendekatan ini memberi ruang bagi anak-anak dengan latar belakang belajar yang sangat beragam.

Di lapangan, Sekolah Rakyat menghadapi spektrum kemampuan siswa yang luas, mulai dari siswa dengan kemampuan akademik tinggi hingga siswa yang masih membutuhkan penguatan literasi dasar. Untuk itu, kurikulum dirancang fleksibel dengan dukungan layanan pendampingan, termasuk intervensi sosial dan psikologis bagi siswa yang membutuhkan. (*)