SMA LTI IGM Jadi Rujukan Shadowing Tata Kelola Dana BOS Se-Sumsel

IGMTVnews.com —– Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Selatan menunjuk SMA LTI Indo Global Mandiri (IGM) sebagai lokasi pelaksanaan program shadowing tata kelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Agenda ini melibatkan 12 bendahara jenjang SD dan SMP terpilih dari berbagai kabupaten dan kota se-Sumsel untuk mempelajari manajemen pembiayaan pendidikan yang transparan dan akuntabel.

Kepala BGTK Sumsel, Dra. Ohorella Erma, M.Ikom., bersama mentor diklat Ahmad Syahri, S.T., M.Si., memantau langsung jalannya transfer pengetahuan teknis administrasi tersebut. “Pemilihan lokasi percontohan ini didasarkan pada kepatuhan administrasi serta rekam jejak pelaporan anggaran yang rapi,” kata Ohorella Erma.

Dalam sesi pemaparan teknis, Kepala SMA LTI IGM H. Hadi Wijaya, M.Pd., didampingi Wakil Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Keuangan Parsiyanti, S.Pd., Bendahara BOS Nurul Fadhilah, A.Md., serta staf Cyntia Syahfitri membedah alur tata kelola keuangan secara komprehensif. Rombongan peserta mencermati fase penyusunan anggaran, belanja modal dan operasional, pembukuan digital, hingga penyusunan berkas Surat Pertanggungjawaban (SPJ).

Proses ini dilanjutkan dengan dialog interaktif guna membedah hambatan administrasi yang kerap dihadapi bendahara di lapangan. “Ketelitian administratif sejak penyusunan draf awal menjadi kunci mutlak agar pembukuan tidak menyisakan celah kekeliruan,” ujar Hadi Wijaya.

Hadi menegaskan bahwa kepatuhan regulasi dalam mengelola anggaran negara wajib diimbangi dengan standar moral pengelola di tingkat satuan pendidikan. Dana BOS harus dioptimalkan untuk memfasilitasi kebutuhan esensial belajar mengajar siswa dan peningkatan mutu operasional sekolah tanpa adanya penyimpangan. Peserta ditekankan agar mengedepankan prinsip keterbukaan informasi anggaran guna mencegah potensi penyelewengan dana pendidikan di daerah masing-masing.

“Integritas moral pengelola keuangan adalah benteng terakhir agar setiap rupiah bantuan pemerintah tepat sasaran memajukan kualitas ruang kelas,” pungkasnya. (andhiko ta)