Akademisi Indonesia Dorong Pedagang Kecil di Kuala Lumpur Melek Digital Marketing

IGMTVnews.com —– Wakil Rektor III Bidang Kerjasama sekaligus Dosen Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indo Global Mandiri, Dr. Tien Yustini, S.E., M.Si, membekali pedagang kecil dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan strategi membangun kemampuan adaptif.

Pembekalan itu disampaikan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional di INTEM. “Pasar tidak akan menunggu kita siap, jadi kitalah yang harus lebih dulu bergerak,” kata Tien.

Materi bertajuk “Building Adaptive Capabilities for Global Market Competition” itu menekankan pentingnya membaca perubahan kebutuhan konsumen, memanfaatkan kanal digital, dan memperkuat pemasaran.

Menurutnya, kemampuan adaptif menentukan keberlanjutan usaha karena lingkungan bisnis terus berubah. “Pelaku usaha yang mau belajar dari pasar akan selalu menemukan celah untuk tumbuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, daya saing tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga oleh kecepatan dan ketepatan pelaku usaha dalam merespons perubahan. Adaptasi dapat ditempuh melalui penguatan kompetensi, inovasi, digital marketing, pengelolaan pelanggan, pengembangan jejaring, dan orientasi pada pasar.

“Produk yang bagus belum cukup kalau pemiliknya lambat membaca keadaan,” kata dia.

Dalam kegiatan yang berlangsung dengan interaktif, mereka diajak berdiskusi tentang pengalaman menjalankan usaha, tantangan pemasaran, pengembangan produk, hingga pemanfaatan teknologi digital. Beragam produk yang ditampilkan peserta dinilai berpotensi dikembangkan melalui penguatan branding dan pemasaran digital. “Setiap produk punya cerita, tinggal bagaimana cerita itu dikemas agar sampai ke pasar yang lebih luas,” ucapnya.

Ke depan, lanjutnya, penguatan kapasitas UMKM dapat dilanjutkan lewat pendampingan berkelanjutan, terutama pada digital marketing, pengembangan konten, branding, customer engagement, inovasi produk, dan strategi memasuki pasar yang lebih luas. “Ilmu baru baru bermakna kalau benar-benar dipraktikkan sesuai karakter usaha masing-masing,” pungkasnya. (andhiko ta)