IGMTVnews.com —– Akademisi sekaligus Dekan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Terbuka (UT), Dr. Meita Istianda, mendorong Dinas Pendidikan Kota Palembang mempertimbangkan perpanjangan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jika kualitas udara belum aman bagi kesehatan siswa akibat kabut asap karhutla.
Menurut Meita, keselamatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Keputusan tidak boleh hanya berorientasi pada keberlangsungan kegiatan belajar, tetapi juga harus memperhitungkan risiko paparan polusi udara.
“Dalam situasi kualitas udara yang belum sepenuhnya aman, keselamatan dan kesehatan anak perlu menjadi pertimbangan utama. Pembelajaran tetap harus berlangsung, tetapi metode pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan risiko yang dihadapi peserta didik,” kata Meita, Kamis (22/10).
Ia meminta Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan instansi lingkungan hidup untuk mengevaluasi kualitas udara secara berkala. Data tersebut perlu menjadi dasar dalam menentukan apakah sekolah dapat kembali menggelar pembelajaran tatap muka.
“Perpanjangan PJJ layak dipertimbangkan selama risiko paparan kabut asap masih perlu diwaspadai. Ini bukan berarti mengesampingkan pembelajaran tatap muka, melainkan memastikan kesehatan dan keselamatan siswa tetap terlindungi,” tegasnya.
Meski demikian, Meita mengingatkan agar pelaksanaan PJJ tetap efektif. Sekolah perlu memastikan materi pembelajaran tersampaikan dengan baik, menjaga komunikasi dengan orang tua, serta memperhatikan siswa yang terkendala perangkat dan akses internet.
Ia juga meminta pemerintah menetapkan indikator yang jelas untuk menentukan kapan pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan.
“Koordinasi antarlembaga penting agar kebijakan tidak menimbulkan ketidakpastian bagi sekolah dan orang tua. Pemerintah perlu menyampaikan perkembangan situasi serta dasar pengambilan keputusan secara terbuka,” ujarnya. (*)


