Universitas Indo Global Mandiri Lepas Delegasi APTIKOM Sumsel Menuju MUNAS VII Yogyakarta

IGMTVnews.com —– Delegasi Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Sumatera Selatan bertolak ke Yogyakarta untuk mengikuti Musyawarah Nasional (MUNAS) VII APTIKOM 2026, Rabu (7/10) kemarin.

Keberangkatan delegasi tersebut dilakukan secara hangat di halaman parkir di Universitas Indo Global Mandiri (IGM) oleh Wakil Rektor II Universitas IGM Dr. Herri Setiawan.

MUNAS VII berlangsung pada 8–10 Oktober 2026 dengan tuan rumah Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dan Sahid Raya Hotel & Convention Center. Sekitar 1.500 peserta dari seluruh provinsi hadir dalam forum empat tahunan ini. Agenda utamanya memilih Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat APTIKOM periode 2026–2030, merumuskan arah kurikulum nasional, serta mendorong hilirisasi riset di era kecerdasan buatan.

Ketua APTIKOM Sumsel, Prof. Ir. Darius Antoni, S.Kom., M.M., PhD, menegaskan pentingnya arah baru organisasi. “Pergantian kepemimpinan harus membawa pemerataan mutu pendidikan teknologi informasi sampai ke daerah,” katanya.

Peserta dari Sumsel berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta. Mereka antara lain Universitas Sriwijaya, Politeknik Sriwijaya, UIN Raden Fatah, Universitas IGM, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Universitas Bina Darma, Universitas MDP, Universitas Sjakhyakirti, Universitas Aisyiyah Palembang, Palcomtech, Universitas Sumatera Selatan, Universitas Katolik Musi Charitas, dan Satu University. Dari luar Palembang hadir Universitas Prabumulih, Universitas Baturaja, Universitas Lembah Dempo, Universitas Serelo Lahat, Institut Teknologi Pagaralam, dan Universitas Bina Insan Lubuklinggau.

“Kebersamaan seluruh kampus ini menunjukkan Sumsel kompak dan siap berkontribusi,” ujar Darius.

Untuk diketahui, Universitas IGM menjadi sekretariat APTIKOM Sumsel dan memiliki empat profesor di bidang ilmu komputer. Selama MUNAS, peserta mengikuti delapan Institutional Development Clinics yang membahas kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penjaminan mutu internal, strategi memperoleh pendanaan riset BRIN dan DRTPM, hingga persiapan akreditasi internasional IABEE. Forum ini juga menjadi ajang penandatanganan MoU dan perjanjian kerja sama antarlembaga.

“Kami ingin dosen dan program studi ikut menggerakkan perubahan terutama di bidang teknologi,” pungkasnya. (andhiko ta)