14 Pekerja Ilegal di Kamboja Hari Ini Dipulangkan ke Palembang

IGMTVnews.com —– Sebanyak 14 orang pekerja migran asal Indonesia di Kamboja yang berangkat secara nonprosedural kembali ke tanah air. Mereka tiba  setelah menempuh perjalanan dari Phnom Pehn ke Jakarta dan Palembang.

“Sebanyak 14 orang dijadwalkan tiba hari ini Senin 30 Maret 2026 sekitar pukul 11.00 WIB lalu,” ungkap Kadisnakertrans Sumsel, Indra Bangsawan.

Para pekerja yang berangkat secara nonprosedural tersebut dipulangkan oleh pemerintah daerah setelah sebelumnya viral meminta dipulangkan melalui media sosial. Saat ini pihak Disnaker Sumsel sudah berada di Jakarta untuk menjemput para korban dugaan penipuan kerja tersebut.

Sebelumnya, ada total 15 warga Palembang yang diduga menjadi korban penipuan kerja di Kamboja. Namun, satu orang lebih dulu pulang secara mandiri atas bantuan keluarga.

Sebanyak 14 warga Palembang berhasil dipulangkan dari Kamboja. Lima di antaranya merupakan warga 7 Ulu, yakni Ahmad Saputra, Alvin Alvata, M. Amar, M. Rezah, dan Muhammad Hoiril Afif.

Selanjutnya, dua warga berasal dari 3 Ulu, yaitu M. Sandiansyah dan M. Alim. Kemudian ada Aldiansyah dari 5 Ulu, M. Ulix yang berdomisili di 11 Ulu (Jalan Tembok Baru), serta M. Alibaba dari 16 Ulu.

Selain itu, terdapat Aldi Kurnia yang tinggal di Jalan Kapten Robin, Fikry Halikal dari 3 Ilir, Varel Vahrezi dari 32 Ilir, serta Ryansyah yang juga warga Palembang, namun alamat lengkapnya tidak dirinci.

Sebelumnya, sejumlah pria yang mengklaim menjadi korban perdagangan manusia di Kamboja meminta kepada Pemerintah Sumatra Selatan dan Pemkot Palembang untuk memfasilitasi pemulangannya ke Palembang. Dalam unggahan di akun Instagram @calvinblue_ para pria tersebut mengaku terjebak saat ditawari bekerja ke luar negeri dengan janji gaji besar.

“Assalamualaikum. Untuk Bapak Herman Deru dan Bapak Ratu Dewa, kami warga Palembang meminta pertolongan untuk membantu kami pulang ke Palembang,” ungkapnya.

Mereka mengaku setelah datang ke Kamboja tak kunjung mendapat pekerjaan yang dijanjikan. Mereka mengaku dijual untuk bekerja, sebagian lagi belum sempat bekerja hingga terlantar di luar negeri.

Sambil menengadahkan dengan gestur memohon mereka berharap ada kepedulian pemerintah. Mereka mengakui ingin segera pulang ke Palembang.

“Itu pun penuh tekanan dan siksaan pak. Tolong bantu kami,” jelas dia. (*)