Tri Dharma di Negeri Jiran: Dosen Universitas Indo Global Mandiri Dampingi UMKM Hadapi Persaingan Global

IGMTVnews.com —– Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional di INTEM, Kuala Lumpur, Malaysia, mempertemukan akademisi dengan pedagang kecil dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjalankan usaha di kota tersebut.

Wakil Rektor III Universitas Indo Global Mandiri, Dr. Tien Yustini, S.E., M.Si pun ikut terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai salah satu pemateri utama. “Kampus punya ilmu, pelaku usaha punya pengalaman, dan keduanya perlu duduk bersama,” katanya saat memberikan tanggapan.

Dalam kegiatan itu, ia memberikan materi “Building Adaptive Capabilities for Global Market Competition“.

Ia mengajak peserta mengenali perubahan, belajar dari pasar, menyesuaikan produk dan layanan, serta menggunakan teknologi untuk mendukung pemasaran dan hubungan dengan pelanggan. “Teknologi hanyalah alat, yang menentukan tetap cara kita memakainya,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni menghubungkan peran akademisi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Menurutnya, pendekatan tersebut relevan bagi pelaku usaha di Kuala Lumpur, kota yang mempertemukan konsumen dari beragam latar belakang dan membuka peluang interaksi bisnis lintas negara. Peserta tidak hanya menyimak pemaparan, tetapi juga berbagi pengalaman dan kendala yang mereka hadapi di lapangan. “Di kota yang pembelinya beragam, pelaku usaha dituntut peka terhadap selera yang berbeda-beda,” katanya.

Selain pemasaran, peserta diajak memandang jejaring sebagai bagian dari kemampuan adaptif. Kolaborasi, berbagi pengalaman, dan koneksi dengan komunitas usaha dinilai dapat membuka peluang baru dalam pengembangan pasar dan pertukaran informasi bisnis. “Usaha kecil yang berjalan sendirian akan lebih mudah tersisih,” kata dia.

Ia berharap kerja sama Indonesia–Malaysia dapat berlanjut dalam bentuk pendampingan dan pembelajaran bersama. “Kolaborasi lintas negara seperti ini memberi kita sudut pandang yang tidak bisa didapat dari ruang kelas,” pungkasnya. (andhiko ta)