IGMTVnews.com —– Fakultas Bisnis Syariah (FBS) Universitas Indo Global Mandiri (IGM) menggagas seminar nasional bertajuk “Transformasi Digital dalam Pengembangan Pasar Modal Syariah di Era Ekonomi Digital”, Aula Lantai III Kampus IGM Rabu (15/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai dinamika investasi syariah yang kini tengah bertransformasi ke arah digital.

Dekan Fakultas Bisnis Syariah Universitas IGM, Dr. H. Chandra Satria, memberikan pesan inspiratif mengenai strategi mencapai kehidupan yang lebih baik di era ketidakpastian.
Ia menekankan tiga pilar utama penghasilan yang harus dimiliki oleh setiap individu, yakni melalui hasil kerja aktif, pendapatan pasif (pasive income), serta kepemilikan aset atau portofolio investasi. Menurutnya, pemahaman mengenai manajemen aset sangat krusial karena tidak ada jaminan kestabilan ekonomi di masa mendatang tanpa persiapan yang matang sejak dini.

Mahasiswa diajak untuk mulai melirik instrumen pasar modal syariah sebagai salah satu jalan membangun kemandirian finansial yang sesuai dengan prinsip-prinsip islami. “Kesadaran untuk membangun aset sejak bangku kuliah akan menjadi penentu apakah seseorang mampu bertahan atau justru tergilas oleh kerasnya fluktuasi ekonomi global di masa depan,” ujar Chandra.
Seminar ini menghadirkan jajaran pakar berkompeten, di antaranya Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Selatan, Hari Mulyono, yang membedah mengenai kebijakan serta regulasi terbaru dalam pasar modal syariah. Selain itu, hadir pula Branch Manager UOB Sekuritas, Thennia Natalia, yang memaparkan berbagai inovasi produk digitalisasi investasi yang memudahkan akses bagi pemula.

Dari sisi akademisi, Dosen Prodi Ekonomi Bisnis UIGM, Dr. Melia Frastuti, S.E., M.Ak., menyoroti pentingnya strategi peningkatan literasi dan inklusi pasar modal syariah, khususnya di kalangan generasi Z dan milenial. Kolaborasi antara regulator, praktisi, dan akademisi ini diharapkan dapat memberikan pandangan komprehensif bagi mahasiswa dalam memilih instrumen investasi yang tepat dan terpercaya.
“Digitalisasi telah meruntuhkan tembok penghalang investasi, sehingga kini modal kecil pun bisa berkembang menjadi aset besar jika dikelola dengan pengetahuan regulasi yang tepat,” pungkasnya. (andhiko ta)


