IGMTVnews.com —— Malam puncak perayaan Open Campus dalam rangka Dies Natalis ke-18 Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) 2026 berubah seperti menjadi mini konser yang sangat meriah.
Suasana riuh langsung menyelimuti area panggung begitu The Teachers Band naik dan mengambil posisi instrumen masing-masing.

Band unik ini digawangi oleh kolaborasi apik para guru di lingkungan Yayasan Indo Global Mandiri, yakni Hendy Hidayat pada bass, Benni Panjaitan pada keyboard, Hafiz Rizwandi di backing vokal, dan M. Ihsan pada gitar, Roni Utoyo pada biola, Septian pada drum, serta Alberto Dwinata yang memegang kendali vokal.
Gabungan pendidik tangguh dari unit SD Plus IGM, SMP LTI IGM, dan SMA LTI IGM ini melepaskan sejenak setelan formal mengajar mereka demi memberikan suguhan musik yang sangat epik bagi ribuan pengunjung yang memadati lokasi acara.

Penampilan dibuka dengan hentakan drum penuh energi yang langsung memicu keriuhan penonton di baris depan. Lagu pertama yang dibawakan langsung memanaskan atmosfer lewat tembang populer Alamak, disusul nomor bertempo cepat Kita Kesana yang membuat lapangan bergoyang.
Kehangatan interaksi antara vokalis Alberto dengan penonton membuat batas antara guru dan murid mencair malam itu. Suasana semakin pecah dan emosional ketika petikan gitar akustik mengalun mengiringi lagu Sesi Potret, sebuah komposisi yang memaksa pengunjung menyalakan lampu gawai mereka hingga menciptakan pemandangan malam yang syahdu.

Hentakan distorsi gitar kemudian kembali membakar semangat lewat lagu Tak Ada Ujungnya, di mana sang bassis dan drummer berkolaborasi memberikan ritme konstan yang membuat penonton serentak melompat tinggi menikmati alunan musik.
Sebagai hidangan penutup, The Teachers Band membawakan lagu Everything You Are dengan aransemen yang megah dan penuh dengan eksplorasi melodi gitar yang cukup menghentak.

Seluruh pengunjung terlihat hanyut dalam koor massal yang menggelegar, bernyanyi bersama hingga lagu berakhir. Keberhasilan penampilan ini membuktikan bahwa para pengajar di lingkungan IGM tidak hanya piawai dalam mentransfer ilmu di dalam ruang kelas, namun juga memiliki talenta seni yang luar biasa di atas panggung besar.
Tepuk tangan riuh dan sorakan apresiasi dari penonton yang enggan beranjak menjadi saksi suksesnya konser mini yang menghibur sekaligus mempererat kebersamaan seluruh keluarga besar yayasan. “Kami ingin menunjukkan bahwa ekspresi kreativitas tidak memiliki batas, dan musik adalah bahasa terbaik untuk menyatukan energi positif kita semua malam ini,” kata sang drummer, Septian. (andhiko ta)


