Siswa SMP LTI Indo Global Mandiri Jadi Pemeran Film Budaya Gending Sriwijaya

IGMTVnews.com —– Film docudrama “The Dance of Gending Sriwijaya” garapan sutradara Ikhsan Bastian resmi diputar perdana di IGM Convention Center, Palembang, Kamis (3/9).

Film ini mengangkat kisah warisan maestro di balik Tari Gending Sriwijaya sekaligus memperkenalkan kembali Wayang Palembang kepada generasi muda. “Sepertinya sudah saatnya kita membuat dan memperkenalkan budaya dan tradisi yang ada di Palembang,” kata Ikhsan.

Pemutaran perdana tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata Kota Palembang, M. Irman, S.STP., M.Si., beserta jajaran, serta sejumlah pelaku seni dan insan kreatif setempat.

Menariknya, para pemeran dalam film ini merupakan siswa-siswi SMP LTI IGM Palembang yang turut belajar langsung mengenai Tari Gending Sriwijaya dan Wayang Palembang selama proses produksi. Merekat tidak hanya memperoleh kesempatan tampil dalam sebuah film, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mempelajari dan mengenal budaya leluhur. Mereka diperkenalkan lebih dekat dengan Tari Gending Sriwijaya dan Wayang Palembang.

“Perfilman memberikan kontribusi yang cukup signifikan. Perfilman ini merupakan salah satu upaya pemerintah kita untuk maju dan bersaing,” ujar Irman.

Irman menilai film tersebut menjadi bukti bahwa industri perfilman dapat berperan ganda, yakni sebagai penggerak ekonomi kreatif sekaligus media pengenalan budaya daerah. Ia menyebut subsektor perfilman memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan karena produk audiovisual tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu mengangkat potensi suatu wilayah.

“Pemutaran film perdana ini bukan hanya hiburan semata, tetapi mampu mengangkat kesenian dan budaya lokal di Sumatera Selatan,” katanya.

Ikhsan Bastian, yang didampingi Amanda P. Divanti, S.Sn., M.Sn., mengungkapkan film ini lahir dari keresahannya melihat minimnya pemahaman generasi muda terhadap filosofi dan makna gerakan Tari Gending Sriwijaya, meski tarian tersebut telah lama menjadi ikon budaya Sumatera Selatan. “Di Gending Sriwijaya itu, dari hati juga terpantik melihat banyak generasi-generasi saat ini belum memahami makna dan arti dari setiap gerak Gending Sriwijaya,” pungkasnya. (andhiko ta)