Gending Sriwijaya dan Wayang Palembang Bersatu dalam Satu Karya Film

IGMTVnews.com —– Proses produksi film docudrama “The Dance of Gending Sriwijaya” ternyata menyimpan sejumlah tantangan, mulai dari kendala teknis di lapangan hingga minimnya arsip sejarah Wayang Palembang.

Sutradara Ikhsan Bastian mengungkapkan, faktor cuaca dan noise suara di lokasi syuting menjadi kendala teknis yang cukup menyita perhatian tim produksi selama pengambilan gambar berlangsung. “Arsip-arsip untuk riset tentang Wayang Palembang itu terbatas,” ungkap Ikhsan di sela sela pemutaran perdana di IGM Convention Center, Rabu (3/8).

Selain kendala teknis, tim produksi juga menghadapi tantangan besar pada tahap riset lantaran dokumentasi mengenai sejarah dan jejak awal Wayang Palembang masih sangat minim. Kondisi tersebut membuat tim riset harus bekerja ekstra untuk menelusuri berbagai sumber guna mendapatkan gambaran utuh mengenai kesenian tradisional tersebut. “Kami sebagai tim riset juga kesulitan,” kata Ikhsan.

Ide menggabungkan Tari Gending Sriwijaya dan Wayang Palembang dalam satu karya bermula dari keresahan yang sama, yakni masih banyak masyarakat yang bahkan tidak mengetahui bahwa Palembang memiliki kesenian wayang. Pertanyaan-pertanyaan sederhana dari masyarakat justru menjadi pemantik bagi Ikhsan dan tim untuk mengangkat tradisi tersebut ke layar lebar.

“Banyak sekali pertanyaan begitu. Nah, dari hati terpantiklah membuat karya. Sepertinya sudah saatnya kita membuat dan memperkenalkan budaya dan tradisi yang ada di Palembang,” kata Sutradara Film Wayang Palembang, Amanda P. Divanti, S.Sn., M.Sn.

Dari titik itulah, Tari Gending Sriwijaya dan Wayang Palembang akhirnya dipertemukan dalam satu narasi film yang diharapkan menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengenal kembali akar budaya daerahnya. Karya ini digarap bukan semata sebagai hiburan, melainkan juga sebagai upaya pelestarian nilai-nilai tradisi yang mulai jarang dipahami masyarakat luas.

Ke depan, film seperti “The Dance of Gending Sriwijaya” diharapkan dapat memperkuat posisi seni dan budaya Sumatera Selatan di tengah masyarakat, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi subsektor perfilman dan ekonomi kreatif daerah untuk terus berkembang. Ikhsan berharap karya-karya serupa dapat terus lahir untuk menjaga eksistensi tradisi lokal. “Sepertinya sudah saatnya kita membuat dan memperkenalkan budaya dan tradisi yang ada di Palembang,” pungkasnya.

Film docudrama “The Dance of Gending Sriwijaya” garapan sutradara Ikhsan Bastian resmi diputar perdana di IGM Convention Center, Palembang, Kamis (3/9). Film ini mengangkat kisah warisan maestro di balik Tari Gending Sriwijaya sekaligus memperkenalkan kembali Wayang Palembang kepada generasi muda. (andhiko ta)