IGMTVnews.com —– Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) menyelenggarakan kegiatan In House Training Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi dosen, mahasiswa, serta tenaga pendidik di lingkungan kampus, Rabu (15/4).
Trainer K3 sekaligus Dosen Program Studi K3 UIGM, Arie Anggara, S.K.M., M.K.M., menjelaskan pelatihan kali ini tidak hanya terpaku pada materi teoritis, tetapi juga ditekankan pada aspek aplikatif lapangan.

Dalam pelatihan ini, mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan, diberikan bimbingan intensif mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan sistem tanggap darurat gedung, mulai dari penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hingga langkah-langkah evakuasi mandiri.

Hal ini, lanjutnya, sangat krusial mengingat potensi insiden seperti kebakaran atau gempa bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan, sehingga pengetahuan mengenai titik kumpul dan alur penyelamatan harus dikuasai secara otomatis oleh setiap individu. “Kesiapan mental dan keterampilan teknis dalam mengoperasikan alat pelindung diri adalah kunci utama untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa saat situasi genting terjadi,” ujar Arie.

Memasuki sesi aplikasi darurat, seluruh peserta dilibatkan dalam skenario simulasi kebakaran yang didesain menyerupai kondisi nyata di dalam gedung kampus. Dalam simulasi tersebut, para dosen dan mahasiswa dilatih untuk bereaksi cepat namun tetap tenang saat melihat titik api, melakukan pemadaman dini, hingga mengevakuasi rekan kerja sesuai prosedur standar operasional. Latihan ini dirancang untuk menguji ketanggapan dan koordinasi antarunit dalam menghadapi potensi insiden yang mungkin muncul di lingkungan kerja yang padat aktivitas. Dengan praktik langsung, para peserta diharapkan tidak lagi merasa panik dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk mengambil tindakan penyelamatan pertama yang diperlukan.
“Latihan ini sengaja dibuat semirip mungkin dengan kondisi asli agar setiap personel memiliki insting penyelamatan yang baik,” pungkasnya. (andhiko ta)


