Forum CEO Pengusaha Kumpul, Ketua LPNU Sumsel: Pengusaha Jangan Takut Modal, Jaringan dan Kolaborasi Lebih Utama

IGMTVnews.com —– Puluhan pimpinan perusahaan yang tergabung dalam Forum Chief Executive Officer (CEO) Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Selatan menggelar pertemuan silaturahmi di Aula Lantai III Kampus Sudirman Palembang pada Sabtu (2/5/2026).

Agenda ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Indo Global Mandiri (UIGM), Dr. H. Marzuki Alie, Ketua PWNU Sumsel, KH. M. Hendra Zainuddin Al Qodiri, serta jajaran pengurus LPNU Sumsel.

Pertemuan ini menjadi ruang koordinasi strategis bagi para pelaku usaha untuk menyelaraskan visi pembangunan ekonomi kerakyatan di wilayah Sumatera Selatan. Fokus utama diskusi mengarah pada penguatan peran pengusaha besar dalam membimbing pelaku usaha kecil agar tercipta ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan merata.

“Kita ingin memastikan bahwa kekuatan ekonomi yang dimiliki para CEO ini dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat di Sumatera Selatan, bahkan bila perlu harus keluar dari Sumsel untuk menambah luas jaringan,” ujar Marzuki.

Sementara, Ketua LPNU Sumsel, Ir. H. Andi Asmara, mengatakan, para pengusaha sektor batubara memiliki kewajiban moral untuk menjadi bapak angkat bagi pengusaha lokal demi mendongkrak perekonomian rakyat.

Menurutnya, sinergi ini diproyeksikan mampu mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur strategis, termasuk penyambungan jaringan jalan tol di Sumatera Selatan dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan.

Melalui kerja sama yang solid, hambatan logistik dan operasional di lapangan, kata dia, diyakini dapat teratasi dengan lebih efisien melalui keterlibatan sektor swasta yang lebih masif. Pemerintah dan pengusaha diharapkan terus sejalan dalam mengawal konektivitas wilayah agar distribusi komoditas unggulan daerah tidak lagi terkendala masalah akses transportasi. “Kewajiban perusahaan besar adalah membuka jalan bagi UMKM agar mereka memiliki daya saing yang setara dalam memajukan potensi daerah kita,” katanya.

Andi juga mengingatkan para pengusaha agar tidak menjadikan keterbatasan modal sebagai hambatan utama dalam mengembangkan bisnis di era sekarang.

Menurutnya, kunci utama kesuksesan bukan terletak pada ketersediaan uang semata, melainkan pada luasnya jaringan dan kekuatan kolaborasi antarpihak. Pola pikir yang hanya terpaku pada materi harus mulai diubah menjadi orientasi pada kemitraan strategis yang saling menguntungkan dalam jangka panjang. Dengan membangun kepercayaan dan koneksi yang kuat, berbagai peluang usaha akan terbuka lebar tanpa harus selalu bergantung pada suntikan modal besar di awal usaha.

“Jaringan adalah mata uang baru dalam dunia usaha, di mana kolaborasi yang tepat jauh lebih berharga daripada sekadar angka di rekening bank,” pungkasnya. (andhiko ta)