by

Kesetaraan Gender – Perlindungan Anak, Akademisi: Perempuan Harus Manfaatkan Peluang

IGMTVnews.com, PALEMBANG —– ICRAF dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumsel menggagas Lokakarya bertajuk mewujudkan pembangunan daerah yang responsif gender dan berketahanan iklim di Sumatera Selatan, Minggu (21/8/2022) lalu.

Akademisi sekaligus Dosen Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis dan Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri (IGM), Doly Nofiansyah, S.E, M.Si, CPRM, CPWA, CSEM, CSOPA memfokuskan jika tantangan bagi perempuan saat ini adalah bagaimana cara mereka untuk memanfaatkan peluang yang ada dan mengatasi hambatan yang dihadapi.

Selaion itu, perubahan iklim merupakan isu yang berdimensi jangka panjang dan menyangkut values, multi-disiplin, multisektor, inter-generasional, dan memerlukan peran semua pihak.

“Untuk itu partisipasi aktif semua pihak untuk aktif bekerja sama melaksanakan tindakan terintegrasi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, akan berkontribusi positif terhadap pengendalian perubahan iklim, serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim,” tegasnya sebagai narasumber.

Menurutnya, berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh the London School of Economics and Political Science terhadap 141 negara yang terkena bencana pada periode 1981-2002 juga menemukan kaitan erat antara bencana alam dan status sosial ekonomi perempuan. Bencana alam ternyata berakibat pada penurunan angka harapan hidup perempuan dan peningkatan gender gap dalam masyarakat.

“ini menunjukkan bahwa perempuan ternyata merupakan korban terbesar dari berbagai bencana alam yang terjadi. Akibatnya, terjadi peningkatan angka kemiskinan di kalangan perempuan dan semakin terbukanya jurang ketidaksetaraan gender karena perempuan harus menanggung beban tanggung jawab ganda yang lebih berat daripada laki-laki,” jelasnya.

Kondisi ironis tersebut, lanjutnya, mendorong munculnya berbagai inisiatif yang menekankan pentingnya mengintegrasikan perspektif perempuan dalam pengambilan kebijakan, di antaranya dengan cara melibatkan pere melibatkan perempuan sebagai aktor dalam menyelesaikan persoalan terkait dengan perubahan iklim. (andhiko tungga alam)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed