Momen Hangat Silaturahmi Menteri Haji – Umroh RI bersama Founder Yayasan Indo Global Mandiri

IGMTVnews.com —– Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, KH Moch Irfan Yusuf, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Indo Global Mandiri (IGM) Al-Ihsaniyah yang berlokasi di Bayt Al-Quran Akbar, Gandus, Palembang pada Selasa (5/5/2026).

Kedatangan sosok yang akrab disapa Gus Irfan ini disambut langsung oleh Founder Yayasan IGM, Dr. H. Marzuki Alie, dalam suasana yang penuh kekeluargaan.

Untuk diketahui, Gus Irfan merupakan putra dari almarhum Yusuf Hasyim dan cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), almarhum KH Hasjim Asy’ari, yang juga memiliki hubungan kekerabatan sebagai sepupu almarhum Gus Dur dan almarhum Gus Solah.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi kedua tokoh untuk mempererat silaturahmi sekaligus membahas perkembangan dunia keislaman dan tata kelola haji di Indonesia. “Kehadiran beliau di tempat yang penuh dengan nilai sejarah ini menjadi berkah tersendiri bagi keluarga besar pesantren kami,” ujar Marzuki Alie di sela kunjungan.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, Gus Irfan dan Marzuki Alie saling berbagi cerita mengenai napak tilas kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke lokasi tersebut pada masa kampanye 2024 silam.

Sebagai sesama politisi senior, keduanya mengenang kembali visi besar pembangunan nasional yang pernah dibahas di lingkungan pondok pesantren tersebut.

Marzuki Alie turut mendoakan agar keberkahan dari Bayt Al-Quran Akbar senantiasa menyertai Gus Irfan dalam menjalankan amanah besar sebagai menteri. Fokus pembicaraan juga mengarah pada upaya peningkatan kualitas layanan haji yang lebih profesional dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. “Kenangan kunjungan presiden di masa lalu menjadi pengingat bagi kami untuk terus menjaga integritas dalam mengemban amanah rakyat,” tutur Gus Irfan

Dalam pertemuan itu juga, Gus Irfan juga menekankan pentingnya menjaga Kementerian Haji dan Umrah dari segala bentuk penyimpangan sesuai dengan instruksi tegas Presiden RI. Presiden Prabowo berharap di bawah kepemimpinan Gus Irfan, instansi tersebut dapat bersih dari praktik korupsi yang pernah terjadi pada masa-masa sebelumnya agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Penekanan pada aspek transparansi dan akuntabilitas menjadi poin utama yang disepakati guna memastikan operasional kementerian berjalan sesuai jalur hukum yang berlaku. Dengan latar belakang keluarga yang kental dengan nilai-nilai pesantren, Gus Irfan diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam birokrasi kementerian tersebut. “Prioritas utama kami adalah menjalankan tugas tanpa ada celah pelanggaran sekecil apa pun demi martabat kementerian dan pelayanan jemaah,” pungkasnya. (andhiko ta)