Kolaborasi Apik TK – SD Plus Indo Global Mandiri bersama APPAUDI Sumsel Gagas Workshop Implementasi Berpikir Komputasional bagi Pendidik

IGMTVnews.com —— Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi para pengajar untuk anak anak usia dini terus dilakukan oleh Yayasan Indo Global Mandiri.

Salah satunya dengan menggagas Workshop Implementasi Berpikir Komputasional bagi pendidik PAUD digelar di Indo Global Mandiri Convention Center, Minggu (26/7). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan konsep berpikir komputasional agar pembelajaran anak usia dini lebih menyenangkan, kreatif, dan bermakna.

Ketua Asosiasi Pendidik PAUD Indonesia (APPAUDI) Provinsi Sumsel, Dr Dian Ekawati M.Pd, menjelaskan bahwa APPAUDI merupakan wadah bagi para pelatih tersertifikasi di bidang pendidikan anak usia dini se-Sumatera Selatan. Ia menyebut seluruh guru PAUD menjadi sasaran utama dari setiap kegiatan yang diselenggarakan organisasinya. “Sasaran dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan APPAUDI adalah semua guru di PAUD,” ujarnya.

Dian menambahkan, penerapan kemampuan berpikir komputasional di kelas tidak akan menemui kendala berarti karena para guru sejatinya telah menjalankan stimulasi kemampuan tersebut pada anak-anak dalam kegiatan belajar sehari-hari. Ia berharap penguatan kemampuan berpikir komputasional sejak usia dini dapat menjadi fondasi bagi kemampuan berpikir anak di jenjang pendidikan berikutnya. “Ini akan berdampak kepada bagaimana kemampuan berpikir lain yang nanti masih akan datang,” katanya.

Sementara itu, Kepala TK Indo Global Mandiri, Nazipah S.Pd, mengatakan peserta workshop kali ini berasal dari jenjang TK hingga guru kelas 1 dan 2 SD Plus IGM. Ia menjelaskan penerapan pembelajaran berpikir komputasional disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak, mulai dari usia dini hingga sekolah dasar. “Pembelajaran komputasional ini memang disesuaikan dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga ke sekolah dasar,” ujarnya.

Nazipah menyebut penerapan konsep ini bukan hal baru di lingkungan TK dan SD Plus IGM, karena sebelumnya sudah dikenalkan melalui kegiatan simple coding. “Kompetensi ini kita sebutnya coding, simple coding, dan sudah dilaksanakan sebelumnya di Indo Global Mandiri,” pungkasnya. (andhiko ta)