Optimalkan Mutu Pendidikan, Tim Asesor Lakukan Evaluasi Lapangan di Universitas IGM dalam Proses Penyatuan STEBIS

IGMTVnews.com —– Direktorat Kelembagaan Ditjen Pendidikan Tinggi melaksanakan evaluasi lapangan terkait usulan penyatuan program studi keagamaan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri ke dalam Universitas Indo Global Mandiri (UIGM), Jumat (8/5).

Kegiatan yang berlangsung secara daring dan luring di Aula Lantai III Universitas IGM ini menjadi tahapan krusial bagi Yayasan Indo Global Mandiri dalam menyelaraskan struktur kelembagaan pendidikan di bawah naungannya.

Ketua Yayasan IGM, M Fadhiel Alie, B.I.T, M.T.I, menyatakan bahwa integrasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi institusi dalam menghadapi tantangan akademik ke depan. “Kami optimis bahwa penggabungan ini akan menjadi suntikan tenaga baru yang signifikan untuk membawa IGM kian maju dan kompetitif,” ujarnya.

Tim asesor yang terdiri dari Dr. Heri Fathurahman, M.Si., Prof. Dr. Euphrasia Susy Suhendra, M.Si., S.Si., dan Prof. Dr. Fransiscus Xaverius Sumarja, S.H., M.Hum., memberikan sejumlah masukan teknis guna memastikan proses penyatuan berjalan sesuai standar mutu nasional. Evaluasi tersebut mencakup aspek administratif dan kesiapan sarana prasarana yang akan menopang program studi keagamaan setelah resmi berada di bawah bendera universitas.

Perwakilan LLDIKTI Wilayah II, Eka Endang, menekankan pentingnya objektivitas dalam penilaian ini agar hasil penggabungan benar-benar memberikan dampak positif bagi ekosistem pendidikan tinggi di wilayah Sumatera Selatan. “Diharapkan evaluasi ini mampu memberikan potret objektif bagi pengembangan kapasitas intelektual mahasiswa melalui struktur organisasi yang lebih solid,” tegasnya.

Proses penyatuan ini menjadi bagian dari upaya restrukturisasi perguruan tinggi untuk menciptakan tata kelola yang lebih efisien dan terintegrasi di lingkungan Yayasan IGM. “Langkah ini adalah bentuk dedikasi kami dalam mendorong kemajuan pendidikan nasional secara menyeluruh melalui penguatan kelembagaan yang kredibel,” pungkasnya. (andhiko ta)