Kupas Ekosistem Pegunungan, Prodi Biologi UIGM Gelar Kuliah Lapangan di Pagar Alam

IGMTVnews.com —– Sebanyak 39 mahasiswa bersama Dosen Program Studi (Prodi) Biologi Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) melaksanakan kegiatan kuliah lapangan di kawasan pegunungan Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Ketua Prodi Biologi UIGM, Dr. Muhammad Iqbal, S.Si., M.Si., mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai ekosistem dataran tinggi kepada para mahasiswa. Fokus utama dari eksplorasi ini adalah mengamati secara langsung flora dan fauna endemik yang mendiami wilayah pegunungan Sumatera.

“Langkah ini menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk menyelaraskan teori di ruang kelas dengan realitas keanekaragaman hayati yang ada di lapangan,” ujarnya.

Pelaksanaan kuliah lapangan ini berlangsung selama empat hari, terhitung mulai Kamis (23/4) hingga Minggu (26/4). Ia menjelaskan, selama periode tersebut, para peserta melakukan observasi intensif dan pengumpulan data terkait pola persebaran spesies di habitat aslinya. Lokasi Pagar Alam dipilih karena memiliki karakteristik lingkungan yang sangat kontras jika dibandingkan dengan lokasi kuliah lapangan semester lalu yang berfokus pada ekosistem pesisir di Lampung.

“Kami ingin memastikan mahasiswa memiliki cakrawala pengetahuan yang luas mengenai perbedaan mendasar antara ekosistem laut dan pegunungan secara komprehensif,” jelasnya.

Menurutnya, pemilihan Pagar Alam sebagai laboratorium alam didasari oleh kekayaan spesies endemik Sumatera yang masih terjaga di wilayah tersebut. Mahasiswa ditantang untuk mengidentifikasi berbagai jenis satwa dan tumbuhan yang memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekologi dataran tinggi. Melalui metode observasi langsung, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis tantangan konservasi yang dihadapi oleh spesies-spesies unik di tengah perubahan lingkungan saat ini.

“Kekayaan alam Pagar Alam adalah representasi penting dari identitas biodiversitas Sumatera yang wajib dipelajari dan dijaga keberlangsungannya,” tegasnya.

Kegiatan ini juga menjadi sarana melatih ketangguhan fisik dan ketelitian mahasiswa dalam mendokumentasikan setiap temuan biotik maupun abiotik di medan pegunungan yang menantang. “Pengalaman langsung di alam terbuka seperti ini akan membentuk mentalitas peneliti yang tangguh dan peka terhadap isu lingkungan global,” pungkasnya. (andhiko ta)