IGMTVnews.com —– Universitas Indo Global Mandiri (IGM) ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pendampingan Teknis Optimalisasi Layanan Digital, Pembelajaran Jarak Jauh, Tugas belajar dan Inpassing dosen selain ASN di Lingkungan LLDIKTI Wilayah II, Senin (18/5).
Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc menegaskan bahwa PJJ saat ini bukan lagi sekadar alternatif, melainkan bentuk transformasi nyata dari pendidikan modern yang menghapus batasan ruang dan waktu. Meski demikian, beliau tidak menampik adanya tantangan luar biasa dalam memastikan PJJ berjalan baik karena tiadanya interaksi fisik secara langsung.

“Kita harus menyadari bahwa sistem ini adalah masa depan pendidikan yang menuntut kesiapan total dari seluruh aspek akademis,” ujarnya.
Selain membahas digitalisasi sistem perkuliahan, agenda ini juga mengupas tuntas perubahan sistem pengajuan izin tugas belajar bagi dosen non-ASN yang kini mekanismenya sepenuhnya diserahkan kepada perguruan tinggi masing-masing. Perubahan regulasi ini sengaja disosialisasikan agar setiap pimpinan kampus memiliki pemahaman yang seragam mengenai tata cara administratif yang baru tersebut.

Melalui penyesuaian aturan ini, birokrasi diharapkan menjadi lebih ringkas demi mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik. “Kebijakan baru ini sengaja dirancang untuk memotong jalur birokrasi yang panjang agar dosen bisa lebih fokus pada peningkatan kapasitas keilmuan mereka,” tegasnya.
Pada sesi optimalisasi layanan digital, ia mengharapkan seluruh peserta mampu membangun inovasi dan kreativitas agar pelaksanaan PJJ tetap berkualitas dan sesuai dengan panduan yang berlaku.

Menurutnya, esensi PJJ bukan sekadar memindahkan ruang kelas konvensional ke dunia maya, melainkan tetap menjaga kualitas pengajaran serta karakter para peserta didik secara berkelanjutan. Upaya penyamaan persepsi ini dinilai krusial agar interaksi bermakna antara dosen dan mahasiswa tetap terjaga optimal di tengah keterbatasan pertemuan fisik. “Teknologi hanyalah alat, namun komitmen kita dalam menjaga moral dan mutu intelektual mahasiswa adalah kunci utama yang tidak boleh hilang,” pungkasnya. (andhiko ta)


