Sentuhan Retro di Nostalgila’26: Intip Uniknya Paperbox, “Kotak Ajaib” Pencetak Kenangan

IGMTVnews.com —– Riuh rendah suara tawa dan deretan antrean panjang langsung menyambut langkah kaki saat memasuki ruang pameran Nostalgila’26 Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Indo Global Mandiri (IGM).

Pameran ini rencananya digelar sejak Senin (18/5) hingga Kamis (21/5) mendatang. Di antara berbagai karya seni memukau yang dipajang, ada satu booth yang mencuri perhatian dan tak pernah sepi dari kepungan pengunjung. Sebuah kotak kayu kecil berdesain estetik tampak berdiri kokoh di sana.

Itulah Paperbox, sebuah inovasi photobooth unik hasil buah pikiran kreatif Andika Prasetya, mahasiswa DKV semester 6.

Jangan terkecoh oleh tampilan luarnya yang minimalis. Di dalam boks kayu ringkas tersebut, Andika menanamkan kombinasi kamera berkualitas dan sebuah tablet pintar sebagai monitor interaktifnya. Daya tarik utamanya baru terasa setelah tombol jepret ditekan. Tanpa perlu menunggu lama, secarik kertas putih akan meluncur keluar dari celah boks melalui mesin printer kertas thermal. Hasil cetakan foto hitam-putih instan bertekstur khas itulah yang sukses membuat para pengunjung langsung jatuh hati dan penasaran.

Kehadiran kotak kayu itu pun menarik perhatian mahasiswa. Mereka mulai mencoba dan penasaran bagaimana cara kerjanya. Alhasil, tepat di depan kotak kayu, para pengunjung, mulai bergaya formal, pose jenaka bersama sahabat, hingga ekspresi romantis berdua pasangan, semuanya terekam apik dalam bidikan kamera Paperbox. Keseruan memuncak saat printer thermal mulai bekerja; para pengunjung akan saling berebut melihat hasil cetakan bintik-bintik monokrom yang memberikan kesan retro, lalu memamerkannya ke arah teman-teman mereka dengan bangga.

Kehadiran photobooth mandiri berbasis kertas thermal ini diakui menjadi sebuah penyegaran dan hal baru yang sangat unik di Kota Palembang.

Pemilik Ide, Andika mengaku, sebelum ambil bagian dalam pameran Nostalgila’26, karya inovatif Andika ini sebenarnya sudah mulai menguji ombak dengan ikut serta di beberapa coffee shop populer di Palembang, di mana respons pencinta kopi lokal pun tak kalah antusias.

“Kami ingin kenangan manis di pameran tidak sekadar tersimpan secara digital di memori ponsel, melainkan menjelma menjadi lembaran fisik nyata yang bisa langsung dibawa pulang untuk ditempel di lemari kamar atau dijadikan pembatas buku favorit,” pungkasnya (andhiko ta)